Mojtaba Khamenei Kirimi Naim Qassem Pesan, Tegaskan Dukungan Iran untuk Hizbullah

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. PRESS TV
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Mojtaba Khamenei sampaikan pesan kepada Sekjen Hizbullah Naim Qassem, tegaskan Iran tak akan goyah dukung perlawanan lawan AS dan Israel.

Di tengah berkecamuknya perang, Ayatullah Mojtaba Khamenei mengirimkan sinyal tegas kepada sekutu paling setianya. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran itu menyampaikan pesan langsung kepada Syaikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, pada 1 April 2026 — menegaskan bahwa dukungan Teheran bagi front perlawanan tidak akan berubah.

Pesan tersebut dilaporkan jaringan Al-Manar dan dikonfirmasi kantor berita IRNA serta Xinhua. Ini merupakan salah satu pesan tertulis paling strategis yang dikeluarkan Mojtaba Khamenei sejak menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan udara AS-Israel di Teheran, 28 Februari 2026.

“Kebijakan Republik Islam Iran selalu didasarkan pada kelanjutan jalan Imam dan Pemimpin Syahid, yaitu dukungan dan bantuan bagi perlawanan terhadap musuh Zionis dan Amerika,” tegas Mojtaba Khamenei dalam pesannya, 1 April 2026.

Bacaan Lainnya
Momen Sensitif dalam Sejarah Perlawanan

Khamenei membuka pesannya dengan mengapresiasi belasungkawa Qassem atas gugurnya sang ayah. Ia menyebut keteguhan menghadapi AS dan Israel sebagai “karakteristik paling menonjol” dari pemimpin syahid sebelumnya.

Ia juga mengenang para komandan yang telah gugur — dari Haj Qassem Soleimani, Syaikh Ragheb Harb, Sayid Abbas Musawi, hingga Sayid Hassan Nasrallah dan Sayid Hashem Safieddin — sebagai bukti nyata kebenaran jalan perlawanan.

Kepada Qassem, Khamenei menyampaikan kepercayaan penuh. Menurut Press TV, ia menyebut Sekjen Hizbullah itu kini memimpin gerakan “pada titik sensitif dalam sejarah perlawanan” dan menyatakan keyakinan bahwa kebijaksanaan serta keberanian Qassem akan menggagalkan rencana musuh dan memulihkan kehormatan rakyat Lebanon.

Pemimpin yang Belum Pernah Terlihat

Pesan ini semakin bermakna bila ditilik konteksnya. Iran International mencatat bahwa sejak konflik pecah, Mojtaba Khamenei tidak pernah tampil langsung di depan publik. Pesan-pesannya dibacakan penyiar televisi negara dengan hanya menampilkan foto diam — memunculkan spekulasi soal kondisi kesehatannya pasca serangan yang menewaskan seluruh keluarga intinya.

Pos terkait