Mulanya, tradisi tersebut menjadi olokan di tengah lingkungan pengamalan agama yang komunal, mistis, dan penuh klenik. Mengakhirkan sahur dan bersegera berbuka atau takjil ini dianggap sebagai alasan orang Muhammadiyah yang tidak tahan lapar. Namun perlahan, tawaran ini diikuti dan menjadi arus utama masyarakat. Munir Mulkhan dan Muchlas Abror menyebut bahwa perubahan ini sangat terasa bagi mereka yang pernah hidup di masa itu.
Dalam Artikel “Merayakan Budaya, Berpuasa Gembira” dalam Suara Muhammadiyah Nomor 10 tahun 2018 dijelaskan, tradisi berbagi takjil dan berbuka bersama di masjid pada mulanya dimaksudkan sebagai strategi dakwah. Guna menarik minat jamaah untuk datang ke masjid dan menghidupkan Ramadhan dengan ibadah dan kegiatan positif. Ada yang menyebut, tradisi ini bermula di Kauman Yogyakakarta sejak 1950-an dan terus dilestarikan. Di tahun 2017, Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menyediakan 1200-1400 porsi makanan takjil setiap harinya. Pada Kamis sore, berupa gulai kambing.
Jadi, jelas bahwa Muhammadiyah tidak anti tradisi dan budaya. Tajdid Muhammadiyah menempatkan jalan purifikasi di ranah ibadah mahdhah dan akidah, sementara dalam urusan selain itu disebut sebagai wilayah muamalah, yang membutuhkan kreativitas dan dinamisasi sesuai dengan kearifan lokal, mempertimbangkan konteks ruang dan waktu.
Hukum asalnya adalah boleh, selama tidak membawa mudharat dan tidak ada dalil yang melarang. Dalam literatur ushul fiqh, tradisi atau al-urf menjadi salah satu landasan penetapan hukum. Pemurnian Islam Muhammadiyah, menurut Kuntowijoyo, merupakan pencarian referensi sistem kepercayaan dan ritual Islam pada fakta historis kenabian Muhammad SAW.
Inspirasi dari teks mewujud dalam ragam living Al-Qur’an dan hadis. Yaitu suatu perilaku yang hidup dalam suatu komunitas, didasarkan pada teks Al-Qur’an dan hadis, yang kemudian mengalami proses transmisi dan transformasi. Dua alur pemahaman terhadap teks tersebut telah melahirkan beragam tradisi, yang tidak persis sama dengan di masa Nabi.
Transmisi berarti pengalihan pengetahuan dan praktik dari generasi ke generasi, sedangkan transformasi adalah perubahan bentuk pengetahuan dan praktik sesuai kondisi masing-masing generasi.◼︎





