“Selama ini kita mengambil komoditi dari kabupaten/kota lain, dengan harapan, dengan penanaman cabai, minimal mengurangi kekurangan harga. Serta membantu menyumbang persediaan komoditas cabai. Mudah-mudahan ini bisa mempengaruhi dan paling tidak harganya tidak melonjak terlalu tinggi,” jelasnya.
Nantinya, apabila masyarakat di tingkat perkampungan ingin mereplika hortikultura, mereka bisa menyampaikan keinginannya ke DKPP Kota Surabaya. DKPP juga terus membagikan bibit kepada warga yang ingin mengembangkan konsep urban farming di lingkup perkampungan.
“Kami juga membagikan bibit ke warga. Selama ini RT/RW dan kelompok tani juga meminta bibit. Tetapi, karena untuk antisipasi inflasi, stok kita khususkan menyiapkan untuk penanaman. Kalau sudah di tanam semua, pembibitan jalan terus, masyarakat yang ingin melakukan penanaman bisa berkirim surat ke kita untuk di bantu bibitnya,” pungkasnya.





