Makam Syekh Datuk Kahfi terletak di puncak Gunung Jati, terpisah oleh jalan besar dari Gunung Sembung, tempat di mana makam Sunan Gunung Jati berada. Menurut Abdullah Ali, di lokasi pondok Syekh Nurjati di areal bukit Pesambangan—kini terletak di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon—di masa lalu banyak terdapat pohon jati. Cahaya matahari menerobos sela pepohonan jati tersebut, menyinari pondok tempat Syekh Datuk Kahfi mengajarkan Islam. Karena itulah dia mendapat gelar Syekh Nurjati, yang berarti “cahaya pohon jati”.

Di depan lokasi pondok pesantren Syekh Datuk Kahfi juga terdapat sebuah gua, yang kini dikenal dengan nama Gua Gerbang Iman. Ulama ini biasa menghabiskan waktunya untuk bermunajat kepada Allah di gua tersebut. Karena itu pula Datuk Kahfi juga mendapat julukan Syekh Dzatu Kahfi atau “penjaga gua”.
Syekh Datuk Kahfi mewarikan beberapa peninggalan, antara lain Puser Bumi Gunung Jati, yang konon adalah tempat duduknya ketika bermusyawara dengan para wali, termasuk Wali Songo. Puser Bumi Gunung Jati dipercaya dapat memancarkan sinar dari dalam bumi dan menyorot ke atas sehingga terlihat sejagat raya.
Di sekitar puncak kompleks makam Gunung Jati juga ada sebuah gua, persis di bawah lokasi Puser Bumi Gunung Jati. Gua tersebut ditutup pintu kayu berukuran kecil. Gua ini menjadi tempat di mana Syekh Datuk Kahfi duduk menyepi dan berdoa serta mendalami agama Islam. Akibat sering diam di gua dalam waktu lama, maka sebutan Dzatul Kahfi tersemat kepadanya. “Kahfi” dalam bahasa arab berarti “gua”.
Di Pasembangan juga terdapat dua sumur tua peninggalan Syekh Nurjati, yakni sumur Jalatunda dan sumur Tegangpati. Sumur diartikan “seumur” atau “sepanjang kehidupan”. Sedangkan “jala”, dari bahasa Arab “jalla”, berarti “luhur” atau agung. Sedangkan “tundha” berarti “titipan”, sementara “tegangpati” berarti “serah jiwa”.
Peninggalan Syekh Datuk Kahfi lainnya adalah Masjid Kuno Bondan, di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu. Ada pula yang menyebutnya Masjid Sapu Angin, karena kebetulan lokasinya berada di Jl. Sapu Angin. Sebagian lainnya menyebut masjid itu dengan nama Masjid Sajidin, Bondan Barat.
Masjid ini terletak di tepian Sungai Cimanuk, hanya berjarak sekitar 50 meter dari salah satu sungai besar di Jawa Barat yang berhulu di Gunung Papandayan, Garut, dan bermuara di pantai utara Indramayu tersebut. Masjid yang dibangun oleh Sykeh Datuk Kahfi pada tahun 1414. Masjid tertua di Indramayu ini penanda rintisan awal sejarah dakwah atau penyebaran Agama Islam di wilayah Cirebon dan Jawa Barat.[—bersambung]
(Wijdan | Diolah dari Berbagai Sumber)





