Pemkot Surabaya ambil langkah cepat. Aktivitas belajar dipindahkan ke rumah hingga 4 September untuk menjaga keamanan dan psikologis anak.
__________
Pemerintah Kota Surabaya memutuskan seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMP, belajar dari rumah. Kebijakan ini berlaku hingga 4 September 2025. Alasannya sederhana: situasi kota sedang tidak kondusif.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan keputusan ini demi keselamatan anak. Ia menyebut kondisi psikologis siswa harus dijaga dari suasana memanas yang terjadi belakangan.
“Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kondisi psikologis anak di tengah situasi yang terus memanas,” kata Yusuf, Selasa, 2 September 2025.
Menurut Yusuf, pembelajaran daring bukan berarti pasif. Guru tetap bisa memberi tugas praktik di rumah. Misalnya menjaga lingkungan, menulis cerpen, atau proyek lain yang membuat siswa tetap aktif.
Orang tua juga diminta ikut serta. Mereka harus memastikan anak mengikuti kelas daring dengan baik. “Kalau ada orang tua yang tidak memungkinkan daring, guru di sekolah akan memetakan. Lalu diganti dengan tugas khusus bagi murid yang tak bisa ikut daring,” ujarnya.
Dispendik juga mengingatkan sekolah untuk memantau murid yang ikut lomba atau latihan di luar sekolah saat jam belajar. Setiap kegiatan wajib dilengkapi surat izin resmi dari orang tua atau penyelenggara.
Ada aturan tambahan. Guru dan tenaga kependidikan diminta mengenakan pakaian bebas rapi, tanpa atribut kedinasan. Instruksi ini berlaku untuk seluruh sekolah di Surabaya.
Sosialisasi kebijakan sudah berjalan. Dispendik menggelar rapat virtual dengan kelompok kerja kepala sekolah (K3S), musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS), hingga guru. Informasi juga diteruskan lewat surat edaran dan WhatsApp grup antara wali kelas dan orang tua.
“Harapannya, kepala sekolah menugaskan wali kelas dan guru bidang studi masing-masing untuk memastikan aturan ini berjalan,” tutur Yusuf.
Kebijakan ini, kata dia, bukan sekadar respons cepat, melainkan upaya memberi ruang aman bagi anak Surabaya.***





