Surabaya Siapkan Unit Reaksi Cepat Antisipasi Genangan Saat Hujan

“Untuk tahun ini kita cenderung melakukan pembangunan di sisi utara timur Kota Surabaya. Seperti di daerah Wonosari, Bulak Banteng, Sidotopo, Kedinding Lor dan sekitarnya. Di wilayah tersebut memang pemukiman sangat padat dan genangan cukup banyak titik-titiknya,” terangnya.

Oleh sebabnya, pada tahun 2023 ini, Windo mengungkapkan, bahwa Pemkot Surabaya fokus melakukan pembangunan saluran untuk menanggulangi genangan di wilayah-wilayah tersebut. “Kami harap hujan di tahun 2023-2024 ini bisa mengurangi genangan yang ada. Paling tidak itu hampir lebih dari 50 persen bisa mengurangi genangan di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Windo menyampaikan jika pembangunan saluran juga menyasar ke wilayah Surabaya Barat. Misalnya di daerah Manukan, Kecamatan Tandes, pihaknya juga membangun maupun membenahi saluran di sekitar kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Karena wilayah Manukan memiliki kontur atau topografi naik-turun, sehingga kita membenahi saluran-saluran yang ada di wilayah tersebut dan harapannya bisa mengatasi genangan di wilayah Manukan dan sekitarnya,” jelas dia.

Penanggulangan genangan pada akhir tahun 2023-2024, tidak hanya dilakukan DSDABM dengan melakukan normalisasi saluran. Namun pihaknya juga mengoptimalkan keberadaan 75 lokasi rumah pompa yang tersebar di Kota Surabaya.

“Karena sekitar 80 persen topografi Surabaya memang dataran rendah. Dengan adanya rumah pompa, maka aliran air lebih cepat mengalir ke laut atau ke sungai,” pungkasnya.

FOTO: Unit reaksi cepat penanganan banjir sedang membersihkan gorong-gorong. (Dok. SF)

Pos terkait