Surabaya Rayakan HUT Ke-733 dengan Optimisme

Sejarah Hari Jadi Kota Surabaya
Upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 733. - Diskominfo Surabaya

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, indeks pembangunan manusia (IPM) kota ini mencapai 85,65, tertinggi di Jawa Timur. Sementara prevalensi stunting turun hingga 0,59 persen pada 2025.

Di bidang pendidikan, Pemkot Surabaya memberikan beasiswa kepada 16.801 siswa SMA, SMK, dan MA serta 5.874 mahasiswa. Program pendidikan inklusif juga diperkuat melalui empat Rumah Anak Prestasi bagi anak difabel.

Armuji juga mengungkapkan perekonomian Surabaya pada 2025 tumbuh 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 triliun. Inflasi tercatat 2,96 persen, sementara angka kemiskinan turun dari 3,96 persen pada 2024 menjadi 3,56 persen pada 2025.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat mampu mengolah 168,62 ton sampah per hari. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) mengelola hingga 1.600 ton sampah per hari dengan kapasitas energi mencapai 11 megawatt.

Di sektor infrastruktur, pembangunan dan pemeliharaan drainase sepanjang 273,03 kilometer serta pembangunan tujuh rumah pompa baru sepanjang 2025 disebut berhasil mengurangi 295 titik banjir. Program perbaikan rumah tidak layak huni juga telah menjangkau 11.294 unit rumah.

Menutup amanatnya, Armuji menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila berbagai program pembangunan belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Ia menegaskan Pemkot Surabaya akan terus membuka ruang partisipasi publik dalam pembangunan kota.

“Kami menyadari bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh harapan warga Surabaya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga,” katanya.***

Pos terkait