Mahasiswa UIN Sunan Ampel membongkar dugaan cacat hukum di balik penunjukan Plt Rektor Akhmad Muzakki. Mereka mendesak audit menyeluruh dan pencabutan aturan menteri yang dinilai sentralistik.
Wakil Presiden Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana mendesak Menteri Agama Nasaruddin Umar mencabut regulasi pemilihan rektor. Aturan itu dinilai melahirkan penunjukan Pelaksana Tugas Rektor Profesor Akhmad Muzakki yang cacat hukum. Penolakan ini berlangsung di area kampus, Rabu (15/7/2026).
“Kami ingin mekanisme pemilihan rektor 75 persen suaranya dipilih oleh sivitas akademika, tidak tertutup,” kata Fadlurrakhman kepada wartawan.
Ihwal polemik ini, Fadlurrakhman menyebut penunjukan petahana sebagai pelaksana tugas melanggar Peraturan Menteri Agama. Merujuk regulasi, posisi tersebut wajib diisi pejabat lain. “Mantan rektor hanya boleh diperpanjang masa jabatannya, bukan menjadi Plt,” ujarnya.
Tuntutan Transparansi dan Audit
Massa menganggap aturan kementerian terkait perguruan tinggi sarat kepentingan politik. Regulasi itu diklaim memberi celah menteri menetapkan rektor secara sepihak. Mahasiswa turut mendesak pimpinan menjamin kelancaran layanan akademik seperti yudisium dan ijazah selama masa transisi kekuasaan.
Selain pembenahan regulasi, mahasiswa meminta instansi pengawas seperti BPK dan Ombudsman segera turun tangan. Mengaudit tata kelola kampus diyakini mampu mengungkap tabir persoalan dan meredam spekulasi. “Segera benahi peraturan yang bertabrakan agar tidak menimbulkan asumsi,” kata Fadlurrakhman.
Jejak Akademik dan Organisasi Muzakki
Sebelumnya, Akhmad Muzakki menjabat Rektor UIN Sunan Ampel periode 2022-2026 usai menggantikan Masdar Hilmy. Guru Besar Sosiologi Pendidikan ini dilantik pada awal Juni 2022. Muzakki tercatat meraih predikat profesor di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pada 2015 saat masih berusia 37 tahun.
Selain berkarier di dunia akademik, ia malang melintang memegang jabatan strategis di berbagai organisasi masyarakat. Jejak inilah yang memicu protes mahasiswa terkait dugaan rangkap jabatan. Muzakki tercatat pernah menjadi Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur hingga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.
Saat ini, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf, Muzakki masih menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.





