“Ini mencerminkan strategi daerah untuk memilih jalan beton yang lebih awet dibandingkan aspal, terutama di wilayah dengan tantangan cuaca atau beban kendaraan berat,” jelasnya.
Namun, penurunan kemantapan dan kualitas permukaan jalan di beberapa wilayah mengungkap pekerjaan rumah besar: pembangunan infrastruktur di Jawa Timur belum merata. Di saat sebagian kota bisa berbangga dengan jalan yang halus, sebagian kabupaten justru harus bersabar melewati jalan rusak dan berdebu.***





