Dasar alun-alun yang berpasir—yang panas di siang hari dan dingin ketika malam— melambangkan bahwa di dunia ini hanya ada dua hal yang selalu berlawanan. Ada siang ada malam; ada susah ada gembira; ada jujur ada yang jahat; dan sebagainya. Maka dari itu, manusia hendaknya memilih jalan yang baik untuk menghadap Tuhannya .
Dari ujung Jl. Pangurakan sebelah utara sampai masuk ke Kedhaton bakal melalui tujuh pintu (gapura atau kori) dan tujuh halaman yang melambangkan tujuh tangga menuju surga (the seven step’s to heaven) atau tujuh surga bagi orang yang beriman. Tujuh pintu yang dimaksud adalah Gapura Gladhag, Gapura Pangurakan njawi, Gapura Pangurakan nglebet, Kori Sitihinggil, Kori Brajanala, Kori Kamandhungan Lor, dan Kori Danapratapa.
Sedangkan tujuh halamannya meliputi: Pangurakan Njawi, Pangurakan Nglebet, Alun-alun Utara, Sitihinggil, Kamandhungan Utara, Sri Manganti dan Plataran Kadhaton. Tujuh pintu dan tujuh halaman tersebut juga melambangkan tujuh surga bagi orang yang beriman yakni: Jannatul Firdaus, Jannatul ‘Adnin, Jannatul Khuluud, Jannatul Na’iem, Jannatul Salaam, Jannatul Jalaal, dan Jannatul Ma’waa.
Khusus bagi Sultan Hamengku Buwana, pada saat sinewaka di Bangsal Manguntur Tangkil Sitihinggil Keraton Yogyakarta, filosofi itu dibaca dari arah selatan ke utara, dengan Tugu Golong-Gilig sebagai titik pandang (point of view) sultan pada saat melakukan meditasi di Bangsal Manguntur Tangkil tersebut.
Adapun keabadian hidup sebagai akhir dari filosofi paraning dumadi di alam akhirat dilambangkan dengan adanya lampu yang tidak pernah padam sejak zaman Sultan Hamengku Buwana I. Lampu itu bernama Kyai Wiji, yang disemayamkan di Gedhong Prabayêksa.
Itulah makna mendalam Sumbu Kosmologis Yogyakarta, yang menjelaskan relasi antara Tuhan, manusia—termasuk hubungan antara pemimpin dengan rakyat—, dan alam semesta. Dan UNESCO mengakuinya sebagai warisan budaya, yang berarti makna sumbu tersebut merupakan referensi budaya yang diakui secara objektif dan bisa diaplikasikan oleh semua manusia di seluruh dunia.
(Farhan | Diolah dari berbagai sumber)





