SMPN 3 Sidoarjo Terapkan Pembatasan Gawai, Murid Simpan HP di Loker Selama Jam Pelajaran

SMPN 3 Sidoarjo
Seluruh gawai murid disimpan dalam loker terkunci dan kuncinya dipegang oleh wali kelas. - Kemendikdasmen

Heri Kristanto menambahkan bahwa sekolah juga rutin melakukan monitoring atau sidak untuk mengantisipasi risiko negatif seperti perundungan siber, judi daring, hingga konten kekerasan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar murid.

Meskipun ruang gerak digital mereka dibatasi, para murid SMPN 3 Sidoarjo memberikan testimoni positif. Cahya, murid kelas 9I, mengaku bahwa pembatasan ini membantu proses belajar. “Menurut saya ini sangat membantu karena saat guru menyampaikan informasi, kami jadi lebih fokus karena handphone-nya sudah disimpan di loker. Ini juga mencegah kecanduan gim dan kurang tidur,” kata Cahya.

Sementara itu, Nadine, murid kelas 9C yang juga aktif mengelola media sosial OSIS, merasa lebih tenang dengan adanya aturan ini. Ia hanya menggunakan gawai untuk keperluan organisasi, komunikasi, dan aplikasi transportasi daring untuk antar-jemput serta pesan makanan, namun tetap sepakat dengan pengumpulan gawai di kelas. “Saya pribadi sangat suka karena membantu saya untuk tetap fokus dan tidak terdistrasi saat belajar,” pungkas Nadine.

Bacaan Lainnya

Melalui sinergi antara sekolah, dinas pendidikan, dan orang tua, SMPN 3 Sidoarjo membuktikan bahwa pembatasan gawai bukan berarti menghambat teknologi, melainkan upaya membentuk budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi masa depan murid. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan