Di sisi lain, mujair punya toleransi lingkungan yang lebih tinggi. Ia bisa hidup di air tawar, payau, bahkan asin. Hal ini menjadikannya favorit di wilayah dengan kondisi perairan yang berubah-ubah.
Kandungan Gizi
Keduanya kaya protein, tapi ada perbedaan kecil. Ikan nila mengandung sekitar 20–26 gram protein per 100 gram daging, dengan kadar lemak rendah dan kandungan omega-3 lebih tinggi—baik untuk jantung.
Mujair juga mengandung protein tinggi, tapi tekstur dagingnya lebih kenyal. Kandungan mineral seperti fosfor dan kalsiumnya tinggi, baik untuk tulang.
Meskipun nila dan mujair tampak mirip, perbedaan mereka mencakup banyak aspek: dari fisik hingga kemampuan adaptasi. Keduanya punya keunggulan masing-masing, tergantung kebutuhan konsumsi maupun budidaya.***





