Sego Boran Lamongan Resmi Jadi Warisan Budaya Indonesia

Sego Boran
Sego Boran, kuliner khas Lamongan. - indonesia.go.id
Makanan khas Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia

Kuliner legendaris Sego Boran naik kelas. Makanan khas Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2025.

​Penetapan ini bukan sekadar label, melainkan pengakuan negara terhadap kemahiran dan kerajinan tradisional yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat setempat.

​Sertifikat penetapan WBTb diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara. Prosesi ini berlangsung khidmat dalam agenda Penyerahan Apresiasi Seniman dan Pelaku Budaya di Malang, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

​Wakil Bupati Lamongan yang akrab disapa Mas Dirham mengungkapkan rasa bangganya. Menurutnya, status WBTb adalah tonggak penting bagi identitas daerah.

​”Penetapan ini bukan hanya kebanggaan, melainkan peluang strategis untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Kami berkomitmen terus mempromosikan Sego Boran agar kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” ujarnya seperti dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

​Sego Boran atau Nasi Boran bukan sekadar urusan perut. Masuk dalam kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional, kuliner ini mengandung nilai filosofis dan teknis yang tinggi, mulai dari:

• ​Wadah “Boran”: Penggunaan tempat nasi khas dari bambu yang disebut boran.
• ​Lauk Ikan Sili: Keberadaan ikan air tawar langka (ikan sili) yang menjadi ciri khas utama.
• ​Resep Turun-Temurun: Racikan bumbu rempah merah yang kental dan gurih, yang resepnya dijaga secara turun temurun oleh para pedagang asli Lamongan.

Dikutip dari laman indonesia.go.id, sego boran mulai dikenal sejak 1944. Awalnya hanya ada satu penjual, namun kemudian jumlahnya mulai bertambah. Penjual-penjual pertama berasal dari Dusun Kaotan, Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan. Hingga kini, hampir 80 persen warga setempat menjadi penjual sego boranbyang bisa ditemui di berbagai sudut Kota Lamongan.

Pos terkait