Rupiah Diprediksi Terus Menguat hingga Akhir 2025, Buntut Kian Lemahnya Dolar AS

Ilustrasi | Samudra Fakta
Nilai tukar rupiah diprediksi bakal menguat di akhir tahun 2025. Penguatan ini didorong berbagai faktor, baik domestik maupun global, yang mendukung stabilitas mata uang nasional.

__________

Bank Mandiri memproyeksikan nilai tukar rupiah akan stabil di kisaran Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir 2025. Dian Ayu Yustina, Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, menyatakan bahwa tekanan terhadap rupiah cenderung mereda, meskipun volatilitas tetap ada.

“Untuk nilai tukar rupiah, kami memperkirakan akan stabil di kisaran Rp16.500 di akhir tahun 2025,” kata Dian dalam Mandiri Economic Outlook Q2 2025 bertajuk Building Resillience in the Midst of Global Turbulence di Jakarta, Senin, 19 Maret 2025.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, melansir dari Bloomberg, analis dari TD Securities memperkirakan, rupiah akan terapresiasi lebih dari 4 persen dari posisi Rp16.440 per dolar AS pada kuartal IV/2025. ING Financial Markets bahkan mematok target penguatan lebih optimistis di Rp15.200 pada akhir Desember tahun ini.

Ada beberapa faktor yang mendukung penguatan rupiah antara lain:

Pelemahan Dolar AS. Penurunan indeks dolar AS dan tren capital inflows ke negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi faktor pendukung penguatan nilai tukar.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengungkapkan, tekanan terhadap rupiah akan cenderung mereda ke depannya, meski volatilitas akan tetap ada.

Pressure kepada nilai tukar kita rupiah terhadap US dolar harusnya memang akan relatively lebih mild ya ke depan,” katanya.

Dia menambahkan, mengatakan penurunan indeks dolar AS dan tren capital inflows ke negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi faktor pendukung penguatan nilai tukar. Hal ini terlihat dari kinerja obligasi pemerintah Indonesia yang cukup solid dibandingkan dengan obligasi pemerintah AS.

Pada April 2025, Andry menyatakan banyak terjadi apresiasi nilai tukar sejumlah mata uang negara lain terhadap US dolar.

Disiplin Fiskal Pemerintah. Kebijakan fiskal yang bijak dan pengelolaan anggaran yang prudent memberikan kepercayaan kepada investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Intervensi Bank Indonesia. Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Juni 2024 lalu, menyatakan bahwa nilai tukar rupiah tetap terkendali karena didukung kebijakan stabilisasi yang dilakukan bank sentral di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Meski prospek penguatan rupiah cukup positif, beberapa tantangan tetap perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, dan dinamika kebijakan moneter negara maju.

Namun, dengan fundamental ekonomi yang kuat dan kebijakan yang responsif, rupiah diperkirakan akan tetap stabil dan menguat hingga akhir tahun.***

Pos terkait