Putih telur unggul karena rendah lemak, sedangkan kuning telur kaya vitamin, mineral, dan kolin. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan tubuh.
Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diolah, terjangkau, dan banyak dikonsumsi sehari-hari. Namun, perdebatan kerap muncul: lebih baik makan putih telur saja atau tetap mengonsumsi telur utuh?
Secara umum, putih dan kuning telur memiliki keunggulan berbeda. Putih telur lebih rendah kalori dan hampir bebas lemak, sedangkan kuning telur mengandung lebih banyak vitamin, mineral, lemak sehat, dan senyawa penting untuk tubuh.
Putih telur sekitar 90 persen terdiri dari air dan 10 persen protein. Komponen utamanya adalah albumin, yakni protein yang membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.
Putih Telur Rendah Lemak
Putih telur juga mengandung vitamin B, terutama riboflavin, serta mineral seperti magnesium dan kalium. Karena rendah lemak, bagian ini sering dipilih orang yang sedang menjalani diet tinggi protein atau menjaga berat badan.
Bagi orang dengan kolesterol tinggi, putih telur kerap menjadi pilihan lebih aman karena tidak mengandung kolesterol seperti kuning telur. Namun, bukan berarti kuning telur otomatis harus dihindari oleh semua orang.
Kuning telur justru menyimpan banyak nutrisi penting. Di dalamnya terdapat vitamin A, D, E, K, vitamin B12, folat, kolin, zat besi, kalsium, fosfor, selenium, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang mendukung kesehatan mata.
Kuning Telur Kaya Nutrisi
Kuning telur juga mengandung hampir separuh protein dalam sebutir telur. Artinya, manfaat protein telur tidak hanya berasal dari bagian putih, tetapi juga dari bagian kuningnya.
Kendati demikian, kuning telur mengandung kolesterol sekitar 186 mg per butir. American Heart Association menyebut orang sehat umumnya masih dapat memasukkan satu telur utuh per hari dalam pola makan seimbang.
Bagi penderita penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, atau kondisi medis tertentu, konsumsi kuning telur tetap perlu dibatasi sesuai anjuran dokter. Cara memasak dan menu pendamping juga ikut menentukan dampaknya bagi tubuh.





