Paris Saint-Germain (PSG) resmi menorehkan sejarah baru di kancah sepak bola Eropa. Raksasa Prancis itu menjadi juara ke-24 berbeda dalam sejarah Piala Eropa usai membantai Inter Milan dengan skor telak 5-0 di partai final Liga Champions UEFA yang digelar di Allianz Arena, Munich, Ahad, 1 Juni 2025, dini hari WIB. Kemenangan ini bahkan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah final kompetisi elite Eropa tersebut.
_______________
Dari menit awal, PSG tampil trengginas dan tak memberikan ruang untuk Inter mengembangkan permainan. Baru 12 menit laga berjalan, gol pembuka tercipta lewat kaki Achraf Hakimi setelah menerima umpan matang dari Désiré Doué. Hakimi seolah menunjukkan bahwa dirinya tidak ragu menghukum mantan klubnya sendiri.
Delapan menit berselang, giliran Doué yang mencatatkan namanya di papan skor. Gelandang muda berusia 19 tahun itu memanfaatkan umpan tarik Ousmane Dembélé dan menyelesaikannya dengan sentuhan dada sebelum melepas sepakan yang membentur Federico Dimarco dan mengecoh Yann Sommer.
Inter sempat mencoba bangkit di babak pertama. Namun peluang dari sundulan Francesco Acerbi dan Marcus Thuram masih melebar. PSG yang tampil lebih tenang justru kembali menambah gol di menit ke-63. Vitinha melakukan akselerasi dari tengah, bekerja sama dengan Dembélé, lalu memberikan umpan terobosan ke Doué yang tanpa ampun melepaskan tembakan ke sisi kanan bawah gawang.
Sepuluh menit berselang, giliran Khvicha Kvaratskhelia yang mencatatkan gol keempat PSG usai menerima assist kedua Dembélé. Tendangan datarnya dari sisi kiri tak mampu dihalau Sommer.
Tak cukup empat gol, PSG melengkapi malam magis mereka lewat gol kelima yang dicetak Senny Mayulu di menit ke-87. Pemain 19 tahun itu melakukan kerja sama apik dengan Bradley Barcola sebelum melepaskan tendangan keras yang sempat membentur tiang gawang dan bersarang di dalam net.
Pemain Terbaik: Désiré Doué
Dua gol dan satu assist di final membuat Désiré Doué dinobatkan sebagai pemain terbaik. Penampilannya yang matang dan penuh determinasi menjadi motor permainan PSG sepanjang laga. Doué juga menjadi remaja ketiga yang mencetak dua gol di final Liga Champions setelah Gareth Bale pada 2018.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Ini luar biasa,” ujar Doué penuh haru usai laga. Kiper Gianluigi Donnarumma juga mengaku terkesan dengan performa tim. “Kami sempat hampir tersingkir musim ini, tapi kami terus melaju. Pelatih kami menjaga kami tetap tenang dan bebas. Ini semua karena persiapan dan filosofi dia,” kata Donnarumma seperti dilansir laman UEFA.
Rio Ferdinand, analis sepak bola TNT Sports, bahkan menyebut ini sebagai salah satu penampilan final paling dominan yang pernah ia lihat. “Paris menekan sejak awal dan tidak memberi ampun. Mereka tampil seperti mesin pembunuh,” ujarnya.
Catatan Sejarah
