Presiden Prancis Emmanuel Macron Larang Israel Ikut Pameran Persenjataan di Negaranya

Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Foto: The Independent).
Presiden Prancis Emmanuel Macron melarang perusahaan-perusahaan Israel untuk mengikuti pameran perdagangan senjata angkatan laut (AL) yang dijadwalkan berlangsung 4-7 November 2024.

Euronaval, panitia penyelenggara menyatakan Pemerintah Prancis, telah menginformasikan bahwa delegasi Israel tidak diizinkan untuk memamerkan stan atau pun peralatan pameran, tetapi dapat menghadiri pameran dagang tersebut.

Poster Acara EURONAVAL 2024 Edisi Ke-29, yang akan digelar pada Senin-Kamis, 4-7 November 2024, di Paris Nord Villepinte .(Foro: linkedin.com)

Panitia penyelenggara mengatakan kebijakan ini dipicu oleh kegelisahaan pemerintahan Presiden Macron atas perilaku Israel dalam perang di Gaza dan Lebanon. Sebelumnya, Presiden Macron menyerukan agar Israel menghentikan operasinya di wilayah Palestina, Gaza. Larangan tersebut disampaikan menyusul langkah Prancis yang gagal mengupayakan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dalam konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Sementara Israel justru semakin menjadi-jadi melancarkan serangan udara ke target-target di negara tersebut.

Larangan ini adalah kedua kalinya pada 2024 ini di mana Prancis melarang perusahaan-perusahaan Israel untuk ikut serta dalam pameran akbar alat-alat pertahanan. Sebelumnya, pada Mei, Prancis menyampaikan bahwa kondisinya tidak tepat bagi Israel untuk ambil bagian dalam pameran dagang militer Eurosatory, meski akhirnya diizinkan pengadilan Prancis.

Bacaan Lainnya

Pada pekan lalu, Presiden Macron menyatakan sikap tegasnya menghentikan ekspor senjata yang digunakan Israel dalam kedua operasi adalah satu-satunya cara menghentikan kedua konflik.

“Pemerintah Prancis memberi tahu Euronaval tentang keputusannya menyetujui partisipasi delegasi Israel dalam Euronaval 2024, tanpa stan atau pameran peralatan apa pun,” kata panitia pameran, dikutip dari VOA Indonesia.

Perwakilan Euronaval, gelaran pameran dua tahunan yang menarik peserta pameran pertahanan angkatan laut dari seluruh dunia, mengatakan bahwa tujuh perusahaan Israel terdampak oleh keputusan tersebut. “Sesuai keputusan pemerintah Prancis, perusahaan-perusahaan dan warga negara Israel yang ingin hadir akan disambut di pameran tersebut dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum di atas,” tambahnya.

Pos terkait