Prabowo-Macron Sepakat Perkuat Alutsista hingga Energi Terbarukan

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambur Presiden Prabowo di Paris, Selasa (14/4/2026). INSTARGAM @presidenrepublikindonesia
Prabowo-Macron sepakat perkuat alutsista & energi hijau. RI sampaikan posisi dorong perdamaian dunia di tengah gencatan senjata Iran-Israel.

KOSONGSATU.ID – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar pertemuan bilateral di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4/2026). Kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari pengadaan alutsista hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Pertemuan yang berlangsung empat mata (tête-à-tête) ini merupakan kunjungan kedua Prabowo ke Paris pada tahun 2026, setelah pertemuan perdana pada 23 Januari lalu.

Sektor Prioritas: Alutsista hingga Ekonomi Kreatif

Sekretariat Presiden RI dalam siaran resminya merinci setidaknya lima bidang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Kerja sama di sektor pertahanan menjadi salah satu prioritas utama, mencakup pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan nasional.

Bacaan Lainnya

Di sektor energi, kedua pemimpin sepakat mendorong transisi energi serta pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari komitmen menghadapi perubahan iklim global. Sektor infrastruktur dan transportasi juga turut dibahas sebagai potensi kolaborasi jangka panjang.

Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi kreatif menjadi peluang baru yang mulai dijajaki kedua negara.

“Sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa, Indonesia terus mendorong kerja sama berkelanjutan dengan Prancis guna membuka peluang kolaborasi baru yang semakin konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram @presidenrepublikindonesia.

Diplomasi di Tengah Gencatan Senjata Iran-Israel

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategisnya terkait dinamika global, termasuk perkembangan terkini konflik Iran versus Amerika Serikat dan Israel yang saat ini memasuki tahap gencatan senjata.

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden, selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” kata Teddy.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan Prabowo ke Eropa. Sehari sebelumnya, Senin (13/4/2026), ia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow selama lima jam untuk membahas kerja sama energi dan sumber daya mineral. Dari Moskow, Prabowo langsung terbang ke Paris.

Satu Tujuan: Mengamankan Energi di Tengah Krisis

Seperti halnya kunjungan ke Rusia, pertemuan dengan Macron juga tak lepas dari upaya Indonesia mengamankan kebutuhan energi di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah.

Sebagaimana disampaikan Prabowo kepada para menterinya pekan lalu, “Saudara-saudara, ini untuk mengamankan minyak; Saya harus pergi ke mana-mana.”

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengumumkan pemotongan anggaran, penghematan BBM, serta kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah pun berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM pada tahun ini.

Salaman Hangat hingga Jamuan Makan Siang

Kedatangan Presiden Prabowo di Istana Élysée disambut dengan pasukan kehormatan (guard of honor) Prancis. Presiden Macron yang telah menunggu di teras istana, berjalan menghampiri dan kedua pemimpin saling berangkulan serta berjabat tangan.

Momen keduanya berjalan masuk Istana Élysée diiringi alunan musik dari satuan militer Prancis. Usai foto bersama di depan pintu istana, Macron mengantarkan Prabowo masuk ke ruang Les Salon des Portraits untuk melakukan pertemuan empat mata.

Selepas pertemuan, Macron menjamu Prabowo dengan santap siang yang disebut sebagai “bagian dari diplomasi tingkat tinggi untuk mempererat hubungan personal antarpemimpin serta memperkuat fondasi kemitraan kedua negara”.***

Pos terkait