‘Oleh-oleh’ Macron untuk Indonesia: Dari Jet Tempur hingga Ajakan Dukung Kemerdekaan Palestina

Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Indonesia membuahkan beberapa kesepakatan. | Dok. Setpres
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Indonesia pada Rabu, 28 Mei 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari turnya di Asia Tenggara. Tujuan rangkaian lawatan itu untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan, ekonomi, dan geopolitik di kawasan ini. Lalu, apa yang dibawa Macron untuk Indonesia?

__________

Macron bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Rabu, 28 Mei 2025.

Mengutip laporan The Australian, kedua pemimpin menandatangani lebih dari 15 nota kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor strategis seperti pertahanan, energi, mineral kritis, kehutanan, dan penanggulangan bencana.

Bacaan Lainnya
‘Oleh-oleh’ Prancis untuk Indonesia

1. Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Prancis, melalui Macron, dilaporkan menawarkan dukungan signifikan untuk modernisasi pertahanan Indonesia melalui beberapa poin.

Macron menawarkan pembelian 42 jet tempur Dassault Rafale senilai USD8,1 miliar. Mengutip laporan Reuters, enam unit pertama bakal dikirimkan pada awal 2026.

Selain itu, Macron juga menawarkan pengadaan dua kapal selam Scorpène Evolved dari Naval Group dan 13 radar pertahanan udara dari Thales. Menurut laporan AP News, lima di antaranya bakal dipasang di ibu kota baru, Nusantara.

Indonesia dan Prancis juga menandatangani Letter of Intent untuk pengembangan bersama sistem persenjataan strategis—termasuk produksi bersama dan transfer teknologi.

“Perkembangan ini membuka perspektif baru dengan pesanan tambahan Rafale, Scorpène, dan fregat ringan, serta latihan gabungan yang diperkuat,” kata Macron, dikutip dari AP News.

2. Investasi Sektor Mineral Kritis dan Energi

Sementara itu, salah satu delegasi Prancis, yaitu CEO Eramet, Paulo Castellari, membahas investasi di sektor nikel Indonesia, khususnya di tambang Weda Bay. Dia dilaporkan menjajaki kerja sama dengan Danantara untuk pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik.

3. Dukungan Perdamaian Global

Indonesia dan Prancis juga dilaporkan sepakat mendukung konferensi perdamaian Gaza, yang bakal diselenggarakan di New York. Penyelenggaranya adalah Prancis dan Arab Saudi.

Menanggapi rencana tersebut, Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian jika gencatan senjata tercapai. Ia juga menyatakan bahwa Indonesia akan mengakui Israel setelah Palestina diakui sebagai negara merdeka.

Pos terkait