Video yang merekam Presiden Prancis Emmanuel Macron ‘ditoyor’ istrinya, Brigitte Macron, saat akan turun dari pesawat di Vietnam, langsung viral. Tangan Brigitte tampak mendorong wajah Macron saat menunggu persiapan turun dari pesawat. Dalam kunjungan perdananya ke Asia Tenggara, Macron menegaskan bahwa momen itu hanyalah bentuk candaan antar pasangan.
______________________________
Berbicara di hadapan awak media di Hanoi, Senin, 27 Mei 2025, Macron membantah spekulasi liar yang beredar. “Ada video yang memperlihatkan saya bercanda dan menggoda istri saya. Entah bagaimana, itu dianggap sebagai bencana geo-planet,” kata Macron sambil tersenyum seperti dilansir CNN.
Macron slapped by his wife Brigitte. pic.twitter.com/cZDzdgPZnq
— RadioGenoa (@RadioGenoa) May 26, 2025
Video berdurasi singkat tersebut merekam saat pintu pesawat terbuka dan Macron muncul pertama kali. Beberapa detik kemudian, kedua tangan istri Presiden Prancis terlihat muncul dari samping dan menyentuh wajah Macron secara tiba-tiba, seolah-olah mendorong. Sang presiden sempat terkejut, namun langsung menenangkan diri dan melambaikan tangan ke arah pers.
Saat turun dari tangga pesawat, Macron sempat mengulurkan tangan kepada Brigitte, namun tidak disambut. Istri Presiden Prancis justru memilih memegang pegangan tangga, yang menambah bumbu pada spekulasi publik.
Awalnya, pihak Istana Élysée sempat membantah adanya insiden tersebut. Namun kemudian, mereka mengklarifikasi bahwa itu hanyalah momen pribadi antara suami-istri. “Itu momen santai sebelum kunjungan resmi dimulai. Mereka hanya saling menggoda,” ujar sumber yang dekat dengan Istana kepada BFM TV, afiliasi CNN di Prancis.
Sumber di Istana Élysée menambahkan bahwa peristiwa ini telah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan teori konspirasi. “Tidak perlu ada yang dilebih-lebihkan hanya demi memuaskan para pemburu sensasi. Ini hanya momen antara suami dan istri,” tegasnya.
Macron sendiri kini menjadi salah satu figur terdepan dalam upaya memperkuat respons Eropa terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Ia menyebut bahwa rekaman tersebut telah “dipersenjatai” oleh pihak-pihak tertentu, termasuk troll pro-Rusia.
Bahkan, sebelumnya beredar pula klaim palsu yang menyebut Presiden Prancis menggunakan kokain di dalam kereta menuju Kyiv bersama pemimpin Jerman dan Inggris. Istana Élysée langsung membantah keras dan menyebutnya sebagai “berita palsu”.
“Ini hanya tisu. Untuk membuang ingus,” tegas mereka dalam pernyataan resmi di media sosial.
Pejabat Prancis menilai kampanye disinformasi tersebut merupakan bagian dari strategi Rusia untuk memecah belah solidaritas Barat, khususnya dalam isu Ukraina.***




