Prediksi-Prediksi Sukarno yang Terbukti (3–Habis): Jitu Meramal Kejayaan Tiongkok dan LBP

Ibunda Luhut, Siti Frida Naiborhu, adalah pengagum Sukarno. Ketika Sukarno tengah mengunjungi daerah Balige, Sumatera Utara, pada 15 Juni 1948, Siti Frida Naiborhu ikut menyambutnya. Dia sambil menggendong LBP kecil. Sukarno pun tampak tertarik melihat Luhut bayi.

“Mungkin karena Luhut terlihat berbeda dari banyak bayi yang ada, gendut, putih, dan aktif sekali. Ketika melihatnya, Bung Karno kemudian mendatangi mamak (ibunda Luhut) dan mengusap-usap kepala Luhut,” kata Tante Ria, adik ibuLuhut, sebagaimana dikutip dalam buku Luhut.

Bacaan Lainnya

Saat mengelus kepala bayi LBP, Sukarno sempat mengucapkan doa yang kelak di kemudian hari menjadi kenyataan: ”Suatu hari anak ini akan menjadi orang besar.”

Pada tahun tersebut, Presiden Sukarno dan rombongan mengadakan kunjungan Sumatera Utara. Dia datang ke Tarutung pada 14 Juni 1948; serta Siborong-borong dan Balige, pada 15 Juni 1948. Ketika di Balige itulah Sukarno “meramal” LBP bayi.

Beberapa bulan setelah kunjungan tersebut, pada akhir Desember 1948, Sukarno bersama dua pemimpin Republik Indonesia lainnya, Sutan Sjahrir, dan Haji Agus Salim, dibuang ke Sumatera Utara oleh Belanda yang kembali menggelar aksi militer. Awalnya mereka ditempatkan di Brastagi. Namun, tak lama kemudian, ketiganya dipindahkan ke Parapat.

Sukarnois yang rajin menulis buku tentang Sukarno, Roso Daras, punya pendapat terkait beberapa “ramalan” Sukarno yang menjadi kenyataan itu. “Saya tidak berpendapat dia wali atau sunan. Tapi saya katakan, Sukarno orang besar. Ciri-ciri orang besar adalah ajarannya everlasting, abadi.”

“Orang yang menjulukinya wali tentunya memiliki catatan panjang tentang ilmu yang diturunkan dan diamalkan oleh penerusnya. Kalau orang bilang dia wali, mungkin karena dia punya level dan kualifikasi seperti wali, di mana ajarannya diamalkan sampai sekarang. Bahkan karya besarnya bernama ‘persatuan Indonesia’ masih utuh hingga hari ini,” kata penulis buku Total Bung Karno itu.[selesai]

(Wijdan | Diolah dari Berbagai Sumber)

Pos terkait