Prabowo Terbitkan Perpres Sekolah Unggul Garuda, Apa Bedanya dengan SMA Biasa?

Ilustrasi.
Presiden Prabowo meneken Perpres SMA Unggul Garuda untuk cetak SDM sains-teknologi.

Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025 lalu.

Regulasi ini menjadi dasar pembentukan sekolah menengah unggulan berbasis sains dan teknologi untuk menyiapkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.

Pemerintah menyatakan program SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memenuhi kepentingan pembangunan melalui penyiapan sumber daya manusia unggul. Fokusnya jelas. Sains dan teknologi.

Bacaan Lainnya

“SMA Unggul Garuda adalah satuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang menyelenggarakan pendidikan unggul dan inklusif untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul di bidang sains dan teknologi serta dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik,” demikian keterangan tertulis laman JDIH Kementerian Sekretariat Negara, diakses pada Senin, 23 Februari 2026.

Program ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, penyeimbang akses dengan membuka kesempatan bagi siswa dari berbagai daerah dan latar belakang sosial ekonomi untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Kedua, inkubator pemimpin melalui penguatan karakter kepemimpinan generasi masa depan. Ketiga, prestasi akademik dan pengabdian masyarakat melalui pembelajaran berkualitas tinggi dan pembinaan jiwa pelayanan publik.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bertanggung jawab menyelenggarakan program ini secara nasional.

Dua Skema Sekolah

Dalam pelaksanaannya, SMA Unggul Garuda dibagi menjadi dua model. Model pertama adalah SMA Unggul Garuda Baru, yakni sekolah yang dibangun dan dikelola langsung pemerintah pusat dengan kriteria khusus untuk mencetak lulusan unggul bidang sains dan teknologi.

“Kurikulum SMA Unggul Garuda Baru mengacu pada standar nasional pendidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan menggunakan kurikulum pengayaan,” bunyi Pasal 10 ayat (1) Perpres tersebut.

Sekolah ini terbuka bagi calon peserta didik dari seluruh Indonesia. Seleksi mempertimbangkan kemampuan akademik, latar belakang ekonomi, asal geografis, serta daya tampung sekolah.

“Seleksi penerimaan peserta didik baru SMA Unggul Garuda Baru meliputi jalur beasiswa dan jalur reguler,” sebagaimana diatur dalam Pasal 16.

Sekolah Existing Bisa Ditingkatkan

Model kedua adalah SMA Unggul Garuda Transformasi. Skema ini memilih SMA atau madrasah aliyah yang sudah ada, baik milik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat, untuk ditingkatkan melalui program pengayaan.

“SMA Unggul Garuda Transformasi dipilih dari SMA/MA yang paling sedikit berlokasi di Indonesia, memiliki akreditasi A, dan memiliki prestasi di tingkat regional, nasional, dan/atau internasional,” bunyi Pasal 18 ayat (1).

Sekolah yang masuk program transformasi akan menerima penguatan berupa pelatihan manajemen sekolah, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta pembinaan siswa.

Pendanaan dan Lokasi

Perpres juga mengatur pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Evaluasi dilakukan minimal setiap enam bulan dan dilaporkan kepada Presiden.

“Menteri melakukan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan SMA Unggul Garuda paling sedikit enam bulan sekali dan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan,” sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 ayat (1).

Pendanaan program bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah unggul Garuda direncanakan hadir di 16 lokasi di Indonesia, terdiri dari 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru yang tersebar dari Aceh hingga Papua Barat Daya untuk mendukung pendidikan sains dan teknologi.

Sebanyak 12 sekolah yang masuk kategori transformasi dan mulai beroperasi tahun ajaran 2025/2026 yakni SMAN 10 Fajar Harapan Aceh, SMA Unggul Del Sumatera Utara, MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, SMAN Unggulan MH Thamrin DKI Jakarta, SMA Cahaya Rancamaya Jawa Barat, SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah, SMA Pradita Dirgantara Boyolali Jawa Tengah, SMAN 10 Samarinda Kalimantan Timur, SMAN Banua BBS Banjarbaru Kalimantan Selatan, MAN Insan Cendekia Gorontalo, SMAN Siwalima Ambon Maluku, serta SMA Averos Sorong Papua Barat Daya.***

Pos terkait