Polisi Menduga Pelaku Pembunuhan Satpam Jatiluhur Lebih dari Satu Orang

Polisi mengarahkan penyidikan ke masalah keuangan dalam mengusut kasus kematian satpam Jatiluhur, Sumarna. (Ilustrasi)

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto sebelumnya menyebut kemungkinan adanya benturan benda keras, dengan korban diduga sudah tewas sebelum dibuang ke waduk. Polda Jawa Barat menerjunkan tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk membantu Kepolisian Resor Purwakarta.

Hingga akhir Juli, penyidik sudah memeriksa 15 saksi dan menggelar tiga kali pra-rekonstruksi. Namun belum satu pun tersangka ditetapkan.

Sorotan Senayan dan Gubernur Jawa Barat

Kasus ini turut disorot Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Kamis (30/7/2026), mendesak aparat mengusut tuntas kasus ini.

Bacaan Lainnya

“Para pelaku ditangkap, dihukum berat karena melakukan kekejian yang nggak bisa ditolerir lagi, ini sungguh biadab,” kata Sahroni. Ia turut mendesak evaluasi sistem pengamanan objek vital nasional agar peristiwa serupa tidak terulang.

Senada, Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil meyakini tersangka bisa segera ditangkap dan diadili. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lebih dulu mendatangi rumah duka dan Markas Kepolisian Resor Purwakarta, Senin (27/7/2026), sembari mempertanyakan minimnya kamera pengawas di kawasan tanggul.

“Harusnya Perum Jasa Tirta punya command center yang dipantau 24 jam. Semua titik harus dipantau sehingga setiap pergerakan orang bisa terdeteksi,” kata Dedi.

Hoaks di Tengah Penantian

Di tengah penantian publik, dua kabar hoaks sempat viral di media sosial. Keduanya menyebut pelaku sudah tertangkap, disertai foto dua pria berseragam tahanan oranye yang ternyata tidak berkaitan dengan kasus ini.

Kabar itu telah diklarifikasi Saber Hoaks Jawa Barat sebagai informasi tidak benar. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Purwakarta Ajun Komisaris Polisi I Made Purwantara menegaskan belum ada satu pun pihak yang diamankan.

“Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar,” kata I Made.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan