Penyelenggaraan Haji 2024 Harus Menjadi Haji Terbaik di Era Jokowi, Apa Saja Janji-Janji Menag Yaqut?

Menag Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Kemenag

Petugas Haji Harus Responsif

Petugas haji harus bersikap responsif terhadap berbagai layanan kepada jemaah haji.

Bacaan Lainnya

“Petugas harus menjadi figur yang responsif, yang edukatif, yang solutif, termasuk solid dalam membina hubungan antarpetugas,” ujar Wibowo yang juga menjabat sebagai Pengendali Teknis PPIH 2024.

Hal yang sama dikatakan Direktur Bina Haji Arsad Hidayat. Ia juga meminta petugas untuk peka terhadap permasalahan yang muncul di sekitarnya.

“Bahkan tahun ini kita minta petugas kloter juga bisa turun tangan membantu pelayanan saat di pemondokan,” kata Arsad.

Para petugas kloter, kata dia, tidak hanya bertanggung jawab terhadap kloternya saja tetapi akan dibuat piket di sekitar hotel dan wilayahnya.

Pelayanan  Detail dan Menyeluruh

Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas, menekankan pentingnya pelayanan yang detail dan menyeluruh bagi jemaah haji Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2022 M yang dihadiri oleh seluruh pejabat Kementerian Agama (Kemenag), Senin (13/4/2024), di Kantor Pusat Kemenag RI, Lapangan Banteng, Jakarta.

“Kalau mau cari potensi hambatan, carinya di detail. Semakin detail, semakin kita tahu mana yang menjadi hambatan, tantangan, dan rintangan yang akan dihadapi,” ucapnya.

Menag menjelaskan bahwa memeriksa dan memastikan hal detail bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan usaha lebih. Namun, hal tersebut harus dilakukan agar jemaah merasa nyaman saat pelaksanaan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa semua petugas tidak boleh menyepelakan hal-hal kecil.

“Jangan pernah menggampangkan persoalan. Saya tidak mau ada layanan kecil mengganggu jemaah, terutama bagi jemaah lansia,” tegas Menag.

Dia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Kemenag. Meskipun leading sector ada di Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), semua pihak harus terlibat dalam proses pelayanan jemaah haji.

“Saya ingatkan bersama, bahwa haji ini kerja kita bersama. Meskipun leading sector-nya ada di Ditjen PHU, namun semua harus terlibat selama proses pelayanan jemaah haji ini,” ucapnya.

Menag juga menekankan pentingnya memastikan kembali langkah-langkah kedaruratan yang telah disusun, karena antisipasi terhadap situasi darurat harus dilakukan dengan baik.

“Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita. Langkah darurat itu penting. Antisipasi kedaruratan ini semoga tidak dijalankan (karena tidak terjadi peristiwa darurat). Namun persiapan harus tetap dilakukan agar kita siap. Lakukan improvisasi di lapangan. Kita harus siap,” pungkasnya.

Yaqut meminta para jemaah tak segan meminta tolong kepada petugas jika membutuhkan sesuatu. Ia pastikan, petugas akan membantu dengan setulus hati.

Pos terkait