Edi mendesak agar polisi selalu menanggapi setiap laporan, tanpa menunggu viral. Dalam kasus George, misalnya, Edi juga mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap pimpinan Polres yang tidak responsif.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengingatkan agar kepolisian tidak boleh pandang bulu dalam menangani kasus.
“Sebaiknya memang tidak ada pandang bulu(menangani kasus). Bahkan, Pak (Presiden RI) Prabowo bilang polisi harus berpihak kepada rakyat. Jelas perintahnya,” katanya pada Ahad, 15 Desember 2024.
Kompolnas Bukan Juru Bicara Polri
Sementara itu, Bambang Rukminto juga menyoroti peran Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas, yang dinilai lebih seperti juru bicara Polri ketimbang lembaga pengawas. Padahal, kata Bambang, tugas utama Kompolnas adalah mengawasi kinerja Polri agar profesional dan independen, melalui pemantauan serta penilaian integritas anggota sesuai peraturan.
Menurut Bambang, daripada menjelaskan lambatnya penanganan kasus akibat penyidik butuh waktu atau korban yang berpindah laporan, Kompolnas seharusnya mendalami alasan di balik perpindahan laporan tersebut. Bisa jadi terjadi karena buruknya pelayanan kepolisian di tingkat lokal.
Ia mencontohkan kasus kekerasan seksual terhadap jurnalis QHS pada Juni 2024. QHS, yang menjadi korban pelecehan di KRL, beberapa kali ditolak laporannya dan “diping-pong” antar-kantor polisi, dengan alasan lokasi kejadian tidak sesuai yurisdiksi.
“Seharusnya Kompolnas juga menelisik mengapa laporan berpindah-pindah. Bisa jadi karena pelayanan kepolisian di tempat pengaduan tersebut tidak maksimal atau tidak mendapat pelayanan yang baik,” ungkap Bambang.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono, mengatakan penanganan kasus anak bos toko roti, George Sugama Halim, yang menganiaya pegawainya, memerlukan waktu cukup panjang karena polisi sempat terkendala sulitnya memeriksa saksi—yang juga merupakan karyawan toko roti.
“Penyidik Polres mau mengambil keterangan para saksi, ini agak kesulitan. Karena saksi kebanyakan karyawan daripada perusahaan roti tersebut. Itu yang membuat memerlukan waktu cukup panjang,” ujar Arief Wicaksono di Polres Metro Jakarta Timur, Senin, 16 Desember 2024.




