Kuasa hukum Lady Aurelia Pramesti ibunya, Sri Meilina, Bayu Prasetya Andrinata, menyebut jika Lady tidak pernah menolak jadwal piket. Mahasiswa koas itu, kata Bayu, juga mengaku sudah melarang ibunya menemui Muhammad Lutfhi, rekannya yang menjadi korban penganiayaan itu.
Bayu menyampaikan keterangan tersebut usai mendampingi Lady dan Lina menjalani pemeriksaan di Markas Polsek Ilir Timur II, Palembang, Selasa, 17 Desember 2024 dini hari. Selain Bayu, ada lagi satu kuasa hukum Lina dan Lady lainnya yang juga mendampingi, yaitu Titis Rachmawati.
Menurut dia, Lady mengaku tidak pernah menolak tugas piket jaga, sebagaimana informasi yang banyak tersebar di media. Lady, kata dia, mengakui bersedia piket jaga.
Namun, ada sesuatu yang dianggap Lady tidak adil saat penentuan penjadwalan piket jaga. “Pembagian jadwal tidak dimusyawarahkan bersama seluruh anggota koas,” kata Bayu.
Bayu lalu menerangkan, saat penjadwalan pertama, kelompok Lady harus menjalani lima kali piket jaga dalam satu bulan. Sementara, Bayu menambahkan, kelompok Luthfi hanya mendapatkan empat kali piket dalam jangka waktu yang sama.
Maka itu, menurut Bayu, Lady mempertanyakan perbedaan beban tugas piket jaga tersebut. Akhirnya, setelah ditanyakan kepada sekretariat, jadwal piket jaga itu berubah. Kelompok Lady jadi hanya empat kali piket, sedangkan kelompok Luthfi jadi lima kali jaga.
Namun, Lady tetap menilai jadwal baru itu tetap tidak adil. Pasalnya, jadwal kelompoknya sangat berdekatan, sehingga waktu istirahat jadi mepet. Bayu menerangkan, menurut pengakuan Lady, pada tanggal 20 Desember ke atas kelompok Lady harus piket jaga dua hari sekali.
Sementara pada periode yang sama, kelompok Luthfi piket jaga dalam lima sampai tujuh hari sekali.
”Menurut Lady, jadwal kedua itu tidak adil. Untuk itu, Lady memperjuangkan haknya. Lady maju mewakili kelompoknya untuk memprotes jadwal yang tidak adil tersebut,” kata Bayu.
Namun, kata Bayu, Lady sebenarnya sudah menerima penjadwalan tersebut. Akan tetapi, dia memang sempat menceritakan soal jadwal itu kepada ibunya, dan mengatakan jika jadwal tersebut tidak adil. Lady juga mengaku pada ibunya jika kata-kata Luthfi kasar.





