Penasihat Khusus Gus Yahya Pernah Mengorganisir Ulama Indonesia ke Israel pada Tahun 2008?

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (tengah) diapit oleh C. Holland Taylor dari CSCV (kiri) dan Syekh Abdurrahman al-Khayyat, Ketua Liga Muslim Dunia untuk Asia Tenggara dan Australia (kanan), mengeluarkan Komunike R20 di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, Jumat, 4 November 2022). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat ini tercatat memiliki penasihat khusus untuk hubungan internasional bernama Holland Taylor. Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan wikileaks, pria Amerika Serikat (AS) ini disebut pernah mengorganisir lima tokoh Islam di Indonesia berkunjung ke Israel pada tahun 2008.

Holland Taylor merupakan CEO Center for Shared Civilizarional Values (CSCV)—atau Pusat Peradaban Nilai-nilai Bersama. Sementara itu, nama CSCV disebut-sebut dalam surat berbahasa Inggris yang dikirimkan Gus Yahya kepada Direktur Emeritus Pusat Keagamaan Yahudi, Rabbi David Saperstein.

Surat itu menggunakan kop PBNU, tertanggal 22 September 2021. Melalui surat tersebut, Gus Yahya—ketika itu Katib Aam PBNU—meminta Rabbi David Saperstein menjadi penasihat CSCV.

Surat tersebut dikirimkan sebagai persiapan pelaksanan acara Forum Religion of Twenty atau R20, kegiatan yang dihelat PBNU di Bali pada 2-3 November 2022, dan R20 International Summit of Religious Authorities pada tahun 2023.

Bacaan Lainnya
Apa itu CSCV?

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasr (LTN)—semacam infokom dan publikasi PBNU— Ishaq Zubaedi Raqib, dalam tulisannya berjudul Penetrasi NU di Dunia Islam bagian ke-2, yang dimuat detik.com pada 22 Mei 2022, menjelaskan bahwa CSCV merupakan kendaraan ikhtiar untuk menghadirkan wawasan-wawasan NU di panggung dunia.

Namun demikian, menurut Ishaq, CSCV tak menggunakan perangkat formal NU. Alasannya agar lebih efektif bergerak di AS dan Eropa.

Mulanya lembaga ini bernama Bayt ar-Rahmah, namun diubah menjadi CSCV, dengan tujuan agar kalangan non-muslim bisa lebih nyaman untuk bergabung.

CSCV merupakan organisasi nirlaba yang leluasa menjalin kerja sama dengan organisasi pemerintah maupun non-pemerintah (non-governtmen organization/NGO) internasional yang dinilai membawa visi dan misi serupa.

Mustofa Bisri atau Gus Mus—ulama kharismatik asal Rembang yang merupakan paman Gus Yahya—tercatat sebagai komisarisnya. Sementara Gus Yahya direkturnya.

CSCV berada bawah hukum North Carolina, AS. Mengusung misi mencegah pemanfaatan politik identitas dan menghentikan penyebaran kebencian komunal. Selain itu, juga mempromosikan solidaritas dan penghormatan di antara rakyat, budaya, dan bangsa-bangsa beragama di dunia, serta mendorong kehadiran tatanan dunia yang adil dan rukun berdasar pada penghormatan atas kesetaraan hak dan martabat seluruh umat manusia.

Sebagaimana dijelaskan Ishaq Zubaedi Raqib, untuk mengerjakan misi tersebut, CSCV merangkul tokoh-tokoh NU—yang dipandang sebagai organisasi muslim terbesar di dunia dan selalu berupaya menjembatani perbedaan budaya, agama, dan ideologi.

CSCV juga tercatat bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Kedua lembaga ini berkolaborasi ketika menjalankan agenda IF20 dan G20.

Pos terkait