MAGELANG – Candi Borobudur, keajaiban arsitektur yang berdiri megah di tengah dataran Magelang, kini tak hanya menjadi ikon kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga masuk dalam Destinasi Super Prioritas (DSP) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Pengembangan kawasan ini berfokus pada peningkatan infrastruktur dan ekosistem wisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan Borobudur sebagai pusat utama.
Dari pembangunan jalan dan jembatan hingga penataan kawasan wisata, setiap langkah diambil untuk mengembalikan Borobudur sebagai destinasi pariwisata unggulan. Berbagai proyek pembangunan yang melibatkan miliaran rupiah telah digalakkan untuk mengubah kawasan ini menjadi lebih ramah wisatawan, menarik minat pengunjung lokal maupun mancanegara, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Selama beberapa tahun terakhir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan pembangunan terpadu di DSP Borobudur. Pembangunan ini mencakup penataan kawasan destinasi wisata, peningkatan konektivitas wilayah Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), dan pengembangan infrastruktur penunjang wisata.
Pembangunan Infrastruktur Konektivitas
Dalam upaya meningkatkan konektivitas di kawasan DSP Borobudur, Kementerian PUPR telah membangun jalan dan jembatan dengan total panjang 72,93 km. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap dari tahun 2020 hingga 2021 dengan total anggaran sebesar Rp 357,06 miliar. Proyek-proyek tersebut meliputi:
- Pelebaran Jalan Sentolo-Nunggulan-Dekso sepanjang 15,6 km.
- Preservasi Jalan Yogyakarta-Tempel-Pakem-Prambanan sepanjang 2,4 km.
- Preservasi Jalan Keprekan-Muntilan-Salam sepanjang 8,59 km.
- Rehabilitasi Jalan DSP Borobudur.
- Pembangunan jembatan Kali Progo sepanjang 160 meter.
- Penanganan Jembatan Kali Elo Mendut di Magelang sepanjang 40 meter.
Selain itu, ada juga proyek penataan Kampung Seni Kujon di Borobudur, pembangunan empat gerbang penanda masuk DSP Borobudur, dan peningkatan kualitas rumah homestay di desa-desa sekitar Candi Borobudur melalui program Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata).