Pemerintah Terapkan WFA Sebelum dan Sesudah Lebaran 2026, Berlaku untuk ASN dan Swasta

Kebijakan Work From Anywhere (WFA) Idul Fitri 2026 menjadi strategi pemerintah untuk mengurai kepadatan arus mudik tanpa menghentikan produktivitas. Dengan kerja yang lebih fleksibel, mobilitas masyarakat diharapkan menyebar lebih merata—memberi ruang bagi perjalanan yang lebih aman sekaligus menggerakkan ekonomi nasional. — AI Generate

“Pelaksanaan WFA dapat dikecualikan untuk sektor tertentu seperti kesehatan, perhotelan (hospitality), pusat perbelanjaan, manufaktur, industri makanan dan minuman, serta sektor esensial lainnya yang berkaitan dengan kelangsungan produksi,” jelas Yassierli.

​Terkait hak pekerja, Menaker menegaskan dua poin krusial:

​Bukan Cuti Tahunan: Pelaksanaan WFA tidak boleh memotong jatah cuti tahunan pekerja.

Bacaan Lainnya

​Upah Penuh: Pekerja yang menjalankan WFA berhak menerima upah penuh sesuai kesepakatan kerja yang berlaku.

​”Pekerja wajib menjalankan tugasnya meski tidak di kantor. Perusahaan dapat mengatur sistem pengawasan agar produktivitas tetap terjaga selama periode WFA ini,” pungkasnya.

Kebijakan WFA ini diharapkan menjadi angin segar bagi para pemudik untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal tanpa mengurangi produktivitas. Namun, perlu diingat bahwa kebijakan ini bersifat fleksibel dan tetap bergantung pada diskresi perusahaan masing-masing, terutama bagi sektor esensial. Bagaimana persiapan mudik Anda tahun ini? Tuliskan rencana Anda di kolom komentar!***

 

 

Pos terkait