Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambah titik CFD akhir pekan dan mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum setiap Rabu atau Kamis.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bergerak cepat merespons instruksi pemerintah pusat untuk memperluas cakupan Car Free Day (CFD). Ia berencana menambah durasi dan sebaran titik CFD di Kota Pahlawan setiap akhir pekan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Mendagri terkait penghematan energi. Pusat meminta pemerintah daerah memperluas ruas jalan bebas kendaraan guna menekan emisi dan konsumsi bahan bakar nasional.
Eri menegaskan pelaksanaan CFD tetap mempertimbangkan mobilitas harian warga. Mengingat, arus lalu lintas di Surabaya melibatkan jutaan orang yang melintas dari kota satelit seperti Sidoarjo dan Gresik.
“Surabaya itu penduduknya bisa 8 juta saat hari biasa. Banyak orang masuk dari Sidoarjo ke Gresik lewat sini. Kalau CFD hari biasa, kasihan warga,” ujar Eri, Jumat (3/4/2026).
Fokus Akhir Pekan
Saat ini, CFD rutin digelar di Jalan Darmo, Tunjungan, hingga kawasan Kota Lama Kembang Jepun. Eri berencana menambah titik baru agar masyarakat memiliki lebih banyak ruang terbuka hijau di hari Minggu.
Dinas Lingkungan Hidup akan mengoptimalkan lokasi strategis di wilayah Surabaya Timur dan Utara. Targetnya, cakupan CFD bisa lebih merata tanpa mengganggu urat nadi ekonomi kota pada hari kerja.
ASN Wajib Angkutan Umum
Selain perluasan CFD, Eri juga mengeluarkan kebijakan ketat bagi jajarannya. Seluruh ASN di lingkungan pemerintah kota wajib menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu atau Kamis.
Aturan ini melarang penggunaan kendaraan dinas maupun pribadi untuk perjalanan ke kantor. Strategi ini dirancang untuk mendukung efisiensi energi sekaligus menekan ketergantungan terhadap penggunaan BBM.
Namun, ada pengecualian bagi pegawai yang sudah beralih ke kendaraan listrik. Mereka tetap diperbolehkan membawa kendaraan sendiri karena dinilai sudah sejalan dengan misi penghematan energi pemkot.
“Mobil atau motor listrik silakan pakai. Sudah ada kan di pemkot, jadi silakan gunakan,” pungkas Eri. Langkah ini diharapkan mampu mendorong budaya bertransportasi publik di tengah masyarakat Surabaya.***





