Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bakal memprioritaskan calon guru yang telah menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi pengajar di Sekolah Rakyat.
__________
Keputusan tersebut diambil agar tak mengganggu pekerjaan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah menjalani penempatan.
“Jadi, memang kalau PNS atau P3K itu rata-rata sudah bertugas ya di daerah. Umumnya juga daerah itu kekurangan guru, jadi tentu prioritas kami adalah tidak mengganggu guru-guru yang sudah bertugas di Kabupaten Kota. Maka, yang kami prioritaskan adalah PPG,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 9 April 2025.
Menurut Gus Ipul, awalnya pemerintah mau mengangkat guru PNS atau PPPK untuk mengajar di Sekolah Rakyat. Namun, kata dia, guru dengan status tersebut telah memiliki penempatan kerja.
“Memang, prioritasnya, kalau memang ada, ya, ada juga opsi, bukan prioritas, tapi ada opsi juga, PNS atau guru PPPK. Tapi, setelah diperiksa itu memang mayoritas mereka sudah melakukan tugas dan kita khawatir kalau kemudian mengganggu proses belajar-mengajar di tempat para guru itu sudah bekerja,” kata Gus Ipul.
Guru Honorer atau Kontrak?
Status guru sekolah rakyat juga masih bakal dibahas dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Kata Gus Ipul, pembahasan sudah tahap finalisasi.
“Masih dibahas dengan PANRB tentang status gurunya, apa nanti guru kontrak atau honorer, atau apa yang sekarang, yang jelas ini sedang dalam tahap finalisasi,” katanya.
Sebagaiimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 200 Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan gratis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Sekolah rakyat ini gratis bagi para pelajar dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah rakyat bakal menggunakan konsep boarding school alias asrama.
Sekolah di bawah naungan Kemensos ini dijadwalkan mulai membuka rekrutmen tenaga pengajar dan calon pelajarnya pada April ini, serta ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2025. Direncanakan ada 53 Sekolah Rakyat yang siap beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026.***





