Taiwan Tuduh China Lakukan Perang Kognitif lewat Peringatan Sejarah

Taiwan tuding China gencarkan perang kognitif dengan memanipulasi sejarah 1945 untuk mengaburkan status Taipei. (Ilustrasi)

Menteri Pertahanan Taiwan mengkritik peringatan sejarah oleh Beijing yang disertai citra satelit Taipei dan poster militer.

Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo menuding China melakukan “perang kognitif”, Selasa, 27 Oktober 2026, setelah Beijing memperingati penyerahan Taiwan oleh Jepang pada 1945.

Peringatan China disertai publikasi citra satelit Taipei dan poster militer. Koo menyampaikan kritiknya kepada wartawan di parlemen, menurut Reuters.

Dua Penafsiran Sejarah

Koo menekankan Republik Rakyat China baru berdiri pada 1949. Ia mempersoalkan pengaitan pemerintahan tersebut dengan peristiwa berakhirnya kekuasaan Jepang.

Bacaan Lainnya

Beijing menyebut peristiwa 1945 sebagai “pemulihan” Taiwan. Tuduhan perang kognitif merupakan penilaian pemerintah Taiwan terhadap pesan yang disampaikan China.

Perbedaan itu memperlihatkan bagaimana peringatan sejarah menjadi bagian dari perselisihan politik kedua pihak. Sebutan dalam sebuah peringatan tidak dengan sendirinya menyelesaikan sengketa.

Taipei Pertahankan Posisinya

Dalam pernyataan terpisah awal Oktober, Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan masa depan pulau tersebut hanya dapat ditentukan penduduknya.

Pernyataan itu menanggapi posisi Kantor Urusan Taiwan China bahwa masa depan Taiwan harus diputuskan bersama seluruh rakyat China, termasuk penduduk Taiwan.

Menurut laporan Radio Taiwan International, Taipei juga meminta Beijing menghentikan tekanan dan bekerja menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.

Pernyataan Oktober tersebut menjadi konteks sikap Taipei. Kritik terbaru Koo secara khusus menyoroti penggunaan peringatan sejarah dan materi publikasi China. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan