Pembatasan Pertalite Masih Dikaji, Akurasi DTSEN Jadi Titik Rawan

Ilustrasi wacana pembatasan pertalite.

Pemerintah mempertimbangkan pembatasan Pertalite bagi desil 9–10. Belum ada keputusan maupun mekanisme pencocokan data keluarga dan kendaraan di SPBU.

Pemerintah masih mengkaji pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, belum ada keputusan maupun perubahan aturan pembelian di stasiun pengisian bahan bakar umum.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan bagi desil 9 dan desil 10 masih dibahas pemerintah.

“Pembatasan Pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Bahlil, batas pembelian yang berlaku masih 50 liter per hari untuk kendaraan biasa serta 200 liter per hari untuk bus dan truk. Pemerintah belum menetapkan tanggal penerapan maupun kriteria kendaraan yang akan dibatasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sehari kemudian menyebut pemerintah kemungkinan menguji pembatasan terlebih dahulu terhadap desil 10. Penerapannya diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang, tetapi jadwal pasti belum ditentukan.

“Cuma akan dipastikan nanti, yang saya tahu, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti beberapa bulan ke depan, yang desil 10 kita batasin dulu,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Purbaya memperkirakan penataan subsidi energi dapat menghemat sekitar 10 persen anggaran. Namun, angka tersebut masih berupa hitungan awal dan belum disertai perincian mengenai pos anggaran maupun volume Pertalite yang dapat ditekan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan