PBNU Survei Sembilan Pesantren untuk Muktamar NU

​Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Sekretaris OC Muktamar ke-35 NU, Amin Said Husni. (Istimewa)

PBNU akan meninjau sembilan pesantren di lima provinsi sebelum menentukan tuan rumah Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung 1–5 Agustus 2026.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU membentuk tim survei untuk menilai sembilan pondok pesantren di lima provinsi sebagai calon lokasi Muktamar Ke-35 NU. Keputusan tuan rumah ditargetkan rampung pada Selasa, 7 Juli 2026, kurang dari sebulan sebelum forum tertinggi organisasi itu digelar pada 1–5 Agustus.

Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni mengatakan tim tersebut dibentuk setelah Rapat Harian Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Pembentukan tim merupakan tindak lanjut Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada 20–22 Juni lalu.

“Ketua Tim Survei adalah Ketua SC, yaitu Kiai Ahmad Said Asrori, sedangkan Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, Prof Dr Muhammad Nuh,” kata Amin.

Bacaan Lainnya

Tim akan bekerja pada Sabtu dan Ahad, 4–5 Juli 2026. Hasil peninjauan kemudian dibawa ke Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah pada 7 Juli untuk menentukan lokasi final Muktamar.

“Insyaallah, pada Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah tanggal 7 Juli itu sudah bisa diputuskan mengenai lokasi Muktamar yang final,” ujar Amin.

Lima Provinsi, Sembilan Pesantren

Lima provinsi masuk daftar kandidat tuan rumah, yakni Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Kesembilan pesantren yang akan ditinjau tersebar di wilayah tersebut.

Di Sumatra Barat, tim akan memeriksa Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang. DKI Jakarta mengajukan Pondok Pesantren Al-Hamid serta Pondok Pesantren Daarurrahman.

Jawa Barat memiliki tiga kandidat yang seluruhnya berada di Cirebon: Pondok Pesantren Buntet, Babakan Ciwaringin, dan Kempek. Sementara Jawa Timur mengajukan Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri serta Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang.

Adapun Nusa Tenggara Barat mengusulkan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok. Nama pesantren ini sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah muncul situs yang menampilkan NTB sebagai lokasi Muktamar, meski PBNU belum menetapkan tuan rumah secara resmi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan