Amin mengatakan Tambakberas memiliki kemungkinan menjadi lokasi pembukaan Muktamar. Namun, pesantren itu tetap harus melewati survei kelayakan bersama kandidat lain.
“Ada juga kemungkinan Pondok Pesantren Tambakberas, dengan catatan Tambakberas akan disurvei untuk lokasi pembukaan Muktamar,” kata dia.
Penentuan lokasi Muktamar sejak awal tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan tempat sidang. PBNU sebelumnya menyebut akses transportasi, kapasitas penginapan, ruang rapat, fasilitas mandi, cuci, kakus, keamanan, hingga kesiapan pembiayaan daerah sebagai aspek yang harus dipertimbangkan.
Data Peserta Dikebut
Di luar urusan lokasi, panitia juga menyiapkan daftar peserta Muktamar. PBNU telah menyusun Daftar Peserta Sementara berdasarkan surat keputusan kepengurusan yang melalui proses verifikasi.
Data itu akan dicocokkan kembali bersama ketua-ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU. Tahap tersebut diperlukan untuk memastikan cabang dan wilayah yang hadir memiliki status kepesertaan yang sah.
PBNU menargetkan Daftar Peserta Tetap Muktamar Ke-35 NU dapat diumumkan paling lambat pada pertengahan Juli. Penetapan lokasi pada 7 Juli akan menjadi penanda awal bagi panitia dan calon tuan rumah untuk menuntaskan persiapan forum yang mempertemukan struktur kepengurusan NU dari berbagai daerah itu.***





