PBNU, menurut Yahya, memiliki gagasan soal konsolidasi kapital atau mengumpulkan modal di IKN. Ia memperkirakan nilainya bisa mencapai Rp2 – 3 triliun.
Selain itu, alasan PBNU tertarik berinvestasi di IKN, menurut Yahya, karena IKN dinilai merupakan gagasan penting yang harus didukung dan harus berhasil. Ia juga meyakini presiden berikutnya yakni Prabowo Subianto akan melanjutkan pembangunan di IKN.
“Ya, kan sudah. Sudah ada undang-undangnya sekarang. Kita mau cari kepastian apa lagi? Sudah dipastikan bahwa itu berlanjut. Sudah ada undang-undangnya, sudah ada komitmen. Sudah jadi bangunannya. Ini bangunannya sudah jadi, sudah jalan terus. Dan kami percaya ini gagasan penting yang harus diwujudkan,” terangnya.
Yahya juga mengungkapkan dari lahan seluas kira-kira 100 hektare itu, PBNU akan membangun fasilitas kesehatan, pendidikan, dan keagamaan.*





