Kehadiran produk baru yang mendapat label motor listrik nasional karena itu perlu diikuti penjelasan mengenai posisi pemerintah dalam persaingan pasar.
Industri membutuhkan kepastian apakah kendaraan tersebut akan memperoleh pesanan pemerintah, subsidi khusus, pembiayaan negara, atau prioritas dalam pengadaan untuk kementerian, pemerintah daerah, dan program publik.
Insentif Motor Listrik Belum Pasti
Peluncuran motor listrik nasional juga berlangsung ketika kebijakan insentif kendaraan listrik roda dua untuk 2026 belum dipastikan.
Pemerintah sebelumnya menargetkan insentif mulai berlaku pada Juni, kemudian mundur ke Juli dan kembali ditunda hingga paling cepat Agustus karena skemanya masih dievaluasi.
Belum diketahui apakah motor listrik nasional akan masuk dalam program subsidi tersebut. Pemerintah juga belum mengumumkan besaran insentif, persyaratan penerima, serta kriteria kandungan lokal yang harus dipenuhi produsen.
Kepastian kebijakan diperlukan agar peluncuran produk pada 13 Agustus tidak hanya berhenti pada pengenalan merek. Harga jual, produksi massal, ketersediaan baterai, serta jaringan layanan akan menentukan apakah kendaraan tersebut mampu digunakan masyarakat secara luas sebagaimana ditargetkan Prabowo.***


