Kementan Borong Alsintan dan Benih Jagung Inovasi ITS, Nilainya Capai Rp100 Miliar

Kementan Borong Benih Jagung ITS
(Dari kiri) Peneliti benih jagung ITS Mukhammad Muryono SSi MSi PhD dan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD, dan Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat berdiskusi tentang benih jagung varietas unggul yang dikembangkan ITS. (Humas ITS)

Kementerian Pertanian memborong traktor listrik, alat pemanjat kelapa, mesin tanam padi, serta 200 ton benih jagung unggulan karya sivitas akademika ITS. Sinergi Triple Helix digencarkan untuk swasembada pangan.


Mendukung hilirisasi riset dan inovasi karya anak bangsa, Kementerian Pertanian (Kementan) RI memborong alat dan mesin pertanian (alsintan) dan benih jagung inovasi sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP menuturkan bahwa Kementan berkomitmen untuk mendorong arus hilirisasi riset dari kampus untuk masyarakat, terutama dalam membangun sektor pertanian di Indonesia. Lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, tersebut secara resmi memborong alsintan ITS (traktor listrik, alat pemanjat kelapa Mocits, dan mesin listrik penanam padi Ropatama) setelah dinilai siap pasca uji coba secara berkala di lapangan.

Menurut menteri yang akrab disapa Amran ini, penggunaan mesin pemanjat kelapa dalam pemanenan kelapa sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas serta keselamatan petani.

Bacaan Lainnya

“Mengingat Indonesia adalah salah satu produsen kelapa terbesar di dunia dengan produksi mencapai 2,8 hingga 3 juta ton per tahun,” ungkap Amran dikutip Jumat (24/7/2026).

Dalam hal ini, Amran menekankan pentingnya sinergi Triple Helix antara pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pengembang atau manufaktur, dan akademisi sebagai penemu inovasi. Menurut Amran, hal tersebut dipercaya dapat membantu mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional.

Dalam penyampaiannya, Mentan mengungkapkan rasa bangganya atas inovasi yang berhasil dilahirkan oleh sivitas akademika ITS. Ia menegaskan bahwa dorongan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI untuk memprioritaskan hasil riset dan produk dalam negeri dari perguruan tinggi.

“Dengan sinergi ini, tentu akan meningkatkan semangat para peneliti untuk terus berinovasi bagi bangsa dan masyarakat,” tuturnya mengingatkan.

Lebih lanjut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan juga menunjukkan minatnya terhadap benih jagung unggulan yang dikembangkan oleh dosen Departemen Biologi ITS Mukhammad Muryono SSi MSi PhD. Benih sebanyak 200 ton yang dibeli Kementan tersebut diinformasikan mampu menghasilkan produksi jagung hingga 10 ton per hektare untuk mengkover lahan seluas 13.000 hektare dengan nilai mencapai Rp 10 miliar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan