Amran: Buruh Tani Tanpa Sawah Bisa Raup Rp5 Juta

Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Tangkapan Layar Instagram Amran Sulaiman)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan buruh tani yang tidak punya lahan bisa meningkatkan pendapatan dengan menyewakan alat mesin pertanian yang diberikan pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan buruh tani tanpa sawah dapat meraih pendapatan hingga Rp5 juta sebulan melalui pemanfaatan alat mesin pertanian. Pernyataan itu disampaikan di Karawang, Jawa Barat, Senin, 31 Agustus 2026.

Amran menuturkan regulasi sudah diubah dan ditandatangani agar alat mesin pertanian, pompa, dan sejenisnya diprioritaskan bagi buruh tani yang tidak punya lahan.

“Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya pada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat,” kata Amran.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, sebelumnya buruh tani hanya bekerja dua hingga tiga kali seminggu dengan upah sekitar Rp30 ribu per hari. Jika bekerja dua kali seminggu, pendapatan bulanannya sekitar Rp240 ribu.

“Kalau sudah dapat Rp5 juta per bulan kan sudah bagus daripada tadi Rp240 ribu,” ujarnya.

Kelompok, Verifikasi, lalu Kirim Alat

Mekanismenya, buruh tani membentuk kelompok dengan bantuan Penyuluh Pertanian Lapangan. Setelah diverifikasi, pengajuan dikirim ke pusat secara daring, kemudian alat dikirim ke kelompok.

“Jadi buruh buat kelompok, nanti PPL yang membantu mengelompokkan, kirim ke pusat, bisa online, langsung barangnya kita kirim. Tapi verifikasi,” kata Amran.

Alat yang disiapkan antara lain pompa, mesin panen, serta traktor roda dua atau roda empat. Pemerintah telah menyiapkan puluhan ribu pompa. Pendapatan tambahan diharapkan muncul dari penyewaan alat kepada petani yang membutuhkan, di luar upah kerja harian.

Amran menekankan prioritas diberikan kepada buruh yang belum pernah menerima bantuan. Petani yang sudah punya sawah, katanya, juga sudah mendapat penyaluran sebelumnya.

Kebijakan itu berjalan berdampingan dengan program pompanisasi untuk mengatasi kekeringan dan menambah frekuensi tanam. Amran menyebut Rp5 juta sebagai capaian yang sudah cukup baik, bukan batas tertinggi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan