Mbok Yem dan kedai sederhananya ini memang membekas di hati para pendaki Gunung Lawu. Bagaimana tidak, wanita lanjut usia ini sudah mendirikan warung ini sejak 1980-an silam. Dulunya, Mbok Yem adalah seorang peracik jamu tradisional yang mencari bahan-bahan di puncak Lawu. Namun, hatinya tersentuh setelah bertemu dan berinteraksi dengan pendaki.
Ia pun memutuskan untuk tinggal di kawasan Argo Dalem, tepat di bawah puncak Gunung Lawu. Dia buka warung untuk membantu kebutuhan logistik pendaki yang kekurangan. Dia memilih menghabiskan sebagian besar hidupnya di gunung. Bahkan, ia hanya turun gunung setahun sekali di saat lebaran.
Meski berada di areal puncak gunung, fasilitas di warung ini terbilang lengkap. Kendati tak jaringan listrik PLN yang sampai di puncak, di warung Mbok Yem tetap ada televisi, kulkas, penanak nasi, dan lampu yang menyala. Panel surya lah yang membuat listrik bisa hadir di warung ini.
Membantu Mbok Yem mencukupi kebutuhan sehari-hari, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk para pendaki.
–Foto: Warung Mbok Yem di puncak Gunung Lawu–





