Selain itu, DAI juga dapat menyebabkan perubahan perilaku, sosial, fisik, dan kognitif pada seseorang yang mungkin bersifat sementara atau permanen.
Disebutkan, DAI lebih sering terjadi pada kecelakaan traumatis yang berpotensi menyebabkan otak berputar atau bergerak maju atau mundur di dalam tengkorak. Biasanya, jenis trauma ini melibatkan gerakan percepatan dan perlambatan.
Jika trauma yang didapatkan cukup kuat, ini dapat merusak akson, menyebabkan interkoneksi saraf ini tidak berfungsi atau terputus, dan memengaruhi banyak area otak.
Berikut penyebab DAI yang paling umum adalah:
- Kecelakaan kendaraan bermotor
- Kecelakaan akibat olahraga
- Kekerasan
- Jatuh yang tidak disengaja (lebih sering terjadi pada orang lanjut usia).
(CNBC/Yadi)





