Upaya memadamkan kebakaran hutan di wilayah Los Angeles kian rumit akibat fenomena angin Santa Ana. Angin yang bergerak cepat dan membawa udara kering ini memperburuk situasi, dengan risiko kebakaran diperkirakan terus berlangsung hingga pekan depan.
Menurut laman ucla.edu, nama Santa Ana berasal dari Santa Ana Canyon di California Selatan. Angin ini telah menjadi bagian dari legenda lokal dan sastra, sering digambarkan sebagai angin panas dan kering yang bertiup dari padang pasir.
Dalam cerpen Red Wind karya Raymond Chandler, Santa Ana disebut sebagai “[angin] kering yang turun melalui celah gunung, membuat saraf Anda tegang dan kulit Anda gatal. Pada malam seperti itu, pesta minuman keras sering berakhir dengan perkelahian.” Beberapa legenda bahkan menghubungkannya dengan gempa bumi dan pembunuhan, meskipun klaim ini tidak berdasar ilmiah.
Banyak orang keliru menganggap Santa Ana bersumber dari panas gurun. Faktanya, angin ini justru lebih sering terjadi saat suhu gurun lebih dingin, umumnya antara Oktober hingga Maret. Tekanan tinggi di Great Basin mendorong udara dingin turun, menyebabkan kompresi yang membuat udara menjadi hangat dan kering. Angin tersebut semakin cepat saat mengalir melalui celah dan ngarai.
Santa Ana membawa ancaman besar bagi kawasan yang dilaluinya. Selain mengeringkan vegetasi, angin ini mempercepat penyebaran api begitu kebakaran dimulai. Turbulensi yang diciptakannya juga membahayakan penerbangan serta mengganggu kondisi laut di pesisir California Selatan.
Pada Selasa malam, 14 Januari 2025, laporan dari ahli meteorologi Danielle Ehresman di AccuWeather yang dikutip oleh USA Today menyebutkan bahwa kecepatan angin di Bandara Hollywood Burbank mencapai 71 mil per jam (114 km/jam). Di pegunungan Santa Monica dan San Gabriel, angin bertiup hingga 100 mil per jam (160 km/jam) di ketinggian lebih dari 2.000 kaki.
Bukan Fenomena Langka
Santa Ana bukan fenomena langka. Peristiwa ini terjadi 10 hingga 25 kali per tahun dengan durasi rata-rata tiga hari. Rekor terpanjang terjadi pada November 1957, saat angin bertiup selama 14 hari berturut-turut.





