Meledak pada Sabtu Malam, Seperti Ini Sejarah Beroperasinya Kilang Minyak Dumai

Sementara itu Kilang Sei Pakning terletak di tepi pantai Sungai Pakning dengan areal seluas 40 hektare. Kilang minyak ini dibangun pada November 1968 oleh Kontraktor Refican Ltd. (Refining Associates Canada Limited). Selesai dibangun dan mulai berproduksi pada bulan Desember 1969.

Berbagai produk bahan bakar Minyak (BBM) dan Non Bahan Bakar Minyak (NBBM) telah dihasilkan dari kilang Putri Tujuh Dumai – Sungai Pakning dan telah didistribusikan ke berbagai pelosok tanah air dan manca negara.

Dirangkum dari situs resmi Pertamina, Minggu (2/4), produk Pertamina RU II yang dapat dinikmati masyarakat, sebagai berikut:

Bacaan Lainnya
  • BBM dan BBK. Terdiri dari 6 Jenis produksi yang dihasilkan, di antaranya :
  1. Aviation Turbine Fuel
  2. Minyak Bakar
  3. Minyak Diesel
  4. Minyak Solar
  5. Minyak Tanah
  • Non BBM. Terdiri dari 3 jenis produksi yang dihasilkan, di antaranya :
  1. Solvent
  2. Green Coke
  3. Liquid Petroleum Gas (LPG).

Pasca-ledakan di Dumai , Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria menyampaikan bahwa pasokan dan distribusi BBM dan LPG bagi masyarakat di Wilayah Sumbagut tetap berjalan dengan aman. “Masyarakat jangan khawatir, stok yang ada di Integrated Terminal (IT), Fuel Terminal (FT) dan sarfas Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, dipastikan aman dan tetap beroperasi dengan normal,” terang Satria.

Satria mengungkapkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus melakukan koordinasi secara intensif dengan Kilang RU II Dumai.

“Selain koordinasi dengan Kilang RU II Dumai, kami intensif melakukan koordinasi dengan FT dan IT kami, hingga saat ini kondisi stok di FT dan IT tercukupi untuk memasok kebutuhan energi masyarakat. Proses distribusi kami pun tetap berjalan normal, kami mendapat informasi bahwa kondisi kilang saat ini sudah berjalan normal dan semua dapat teratasi dengan baik dan aman,” simpulnya.

(SS | Yadi)

Pos terkait