DUMAI | SAMUDRA FAKTA – Sebulan berselang setalah Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, meledak pada Jumat, 3 Maret 2023, lalu, gilirang kilang minyak (Refenery Unit) milik PT Pertamina di Dumai, Riau, meledak pada Sabtu, 1 April 2023 malam.
Sabtu malam sekitar pukul 22.40 WIB, timbul dentuman keras disertai getaran dari Kilang Minyak Putri Tujuh Pertamina RU II Dumai, Provinsi Riau–hingga mengakibatkan kebakaran. Lima orang pekerja terluka dan dilarikan ke RS Pertamina Dumai. Saat ini operasional kilang di unit terdampak dihentikan sementara untuk memastikan keamanan di lokasi.
Ledakan itu juga berdampak pada sejumlah bangunan di sekitarnya, antara lain rumah warga mengalami pecah kaca, dinding retak-retak, dan plafon masjid berjatuhan. Pertamina Kilang Dumai telah memastikan bahwa mereka akan bertanggung jawab atas dampak insiden tersebut.
Polri sedang menyelidiki dugaan ledakan yang terjadi di Kilang Minyak Putri Tujuh Pertamina Dumai, Riau pada Sabtu malam, 1 April, dan menyebabkan lima pekerja terluka. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho mengatakan bahwa penyidik Polri akan mendalami informasi terkait kejadian tersebut dan akan melakukan penyelidikan sesuai dengan protap jika ada dugaan kelalaian, seperti yang dilakukan di Depo Plumpang, Jakarta Utara.
Sandi menambahkan bahwa Bareskrim Polri dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri akan turun untuk menyelidiki ledakan tersebut.
Adapun kilang di Dumaiini sudah beroperasi sejak tahun 1971. Di mana kilang minyak Putri Tujuh Dumai dan Sungai Pakning telah memberikan sumbangan nyata terhadap perkembangan dan kemajuan daerah, khususnya kota Dumai dan sekitarnya, untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar nasional.
Kilang Dumai persisnya terletak di tepi Selat Rupat, sebelah Timur Kota Dumai. Kilang mulai dibangun pada tahun 1969 (CDU) oleh Kontraktor Jepang, Ishikawajima Harima Industries Co. Peresmian pengoperasian kompleks kilang seluas 360 hektare ini dilakukan oleh Presiden Soeharto, 8 September 1971. Selanjutnya pada tahun itu dibangun dua Unit Proses, yaitu Naptha Rerun Unit dan Hydrocarbon Platforming Unit. Dua unit ini selesai dan dioperasikan tahun 1973.





