LRT Jabodebek Resmi Beroperasi, Diklaim sebagai Angkutan Mudah dan Murah

Stasiun-stasiun LRT Jabodebek dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe Interchange Station dan tipe Typical Station. Stasiun Cawang termasuk dalam kategori Interchange Station, sementara 17 stasiun lainnya termasuk dalam tipe Typical Station. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah jalur, ukuran stasiun, dan fasilitas tambahan yang disediakan di dalamnya.

Untuk Interchange Station, seperti Stasiun Cawang, struktur stasiun terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai area boarding dan  tempat fasilitas komersial, lantai kedua adalah tempat peron stasiun, sementara lantai ketiga digunakan untuk fasilitas komersial.

Pada tipe Typical Station, struktur stasiun hanya terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dijadikan area boarding, sementara lantai kedua digunakan sebagai tempat peron stasiun.

Bacaan Lainnya

Stasiun Cawang dianggap sebagai Interchange Station karena merupakan titik persimpangan atau stasiun transit. Artinya, pelanggan yang datang dari Stasiun Harjamukti dan ingin menuju Stasiun Jati Mulya dapat berhenti dahulu di Stasiun Cawang, kemudian beralih ke kereta yang menuju Stasiun Jati Mulya—demikian pula sebaliknya.

Stasiun-stasiun LRT Jabodebek dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, seperti eskalator, tangga, dan lift untuk memudahkan akses; toilet, ruang menyusui, musala, ruang kesehatan, Passenger Information Display System (PIDS), pengumuman untuk penumpang, serta sistem pengawasan CCTV.

“Pemerintah dan KAI juga berupaya menghadirkan stasiun LRT Jabodebek yang ramah disabilitas dengan menghadirkan lift, gate, toilet khusus disabilitas serta tactile. Dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah pelanggan disabilitas dalam melakukan mobilitas menggunakan LRT Jabodebek,” kata Joni.

Mau coba?

Foto: LRT Jabodetabek. (Shutterstock)

(Farhan)

Pos terkait