Lima Siswa SD Surabaya Ciptakan Penerjemah Bahasa Isyarat Berbasis AI

Siswa SD di Surabaya
Tim Nebula One. - Dinkominfo Surabaya

“Kami berharap, aplikasi ini kelak bisa diakses publik dan dipakai banyak orang untuk menghilangkan hambatan komunikasi dengan teman-teman disabilitas,” tambah para siswa.

Mereka juga memberikan pesan khusus bagi rekan-rekan sebaya di Kota Surabaya agar tidak takut mengeksplorasi ide dan berinovasi di bidang teknologi.

“Jangan takut salah. Kalau punya ide, langsung keluarkan dan teruskan. Bermain ponsel boleh untuk cari ide, tapi harus berani direalisasikan agar menjadi hal yang berguna bagi masyarakat,” tutup mereka semangat

Bacaan Lainnya

Keberhasilan Tim Nebula One tidak lepas dari peran aktif Kepala Sekolah SDN Tenggilis Mejoyo I, Siti Noor Iffa, serta dua guru pendamping, yaitu Ika Khusniyawati, Guru Kelas V dan Arizkylia Yoka Putri, Guru Kelas III.

Siti Noor Iffa mengungkapkan bahwa pihak sekolah selalu mendukung seluruh kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar sekolah, yang bermanfaat dan menunjang kemajuan prestasi siswa.

Alhamdulillah, selama ini sudah terjalin kolaborasi yang baik antara sekolah dan wali murid untuk mendukung prestasi anak-anak,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu guru pendamping, Ika menjelaskan bahwa penentuan ide berawal dari dorongan untuk menjawab isu inklusivitas yang saat ini menjadi fokus dalam dunia pendidikan.

“Kami berdiskusi mengenai tren edukasi keberlanjutan dan inklusivitas. Dari sana, anak-anak diajarkan melakukan riset literatur sederhana hingga akhirnya memutuskan membuat penerjemah bahasa isyarat,” ungkap Ika.

Ia menambahkan, tantangan utama dalam mendampingi siswa Sekolah Dasar (SD) dalam coding adalah menjaga fokus dan kestabilan konsentrasi belajar. Namun, potensi dan sifat kritis anak-anak masa kini menjadi modal utama yang memudahkan proses translator.

“Segalanya butuh proses dan tidak ada yang instan. Sebagai pendamping, kita harus ulet. Nilai akademik memang penting, tetapi bakat, minat, serta keberanian anak untuk berinovasi jauh lebih bernilai,” ujarnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan