Ledakan Masjid di Jember Dipicu Zat Kimia dalam Lemari, Tak Ada Bom

Ledakan di Masjid Jember
Kapolres Jember Bobby A Condroputra, saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan ledakan di masjid Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. - Istimewa
Polisi menyatakan tidak ditemukan unsur bahan peledak dalam ledakan yang mengguncang sebuah masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Senin (16/3) malam. Ledakan diduga dipicu oleh reaksi zat kimia yang mengalami peningkatan suhu ekstrem di dalam lemari besi.

Kapolres Jember Bobby A Condroputra mengatakan penyelidikan dilakukan tim gabungan yang melibatkan Unit Identifikasi, Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, serta Tim Jibom Gegana Korbrimob Polri.

“Dari hasil analisa tim, tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak,” ujar Bobby dalam keterangan pers, Jumat (27/3).

Zat Kimia di Dalam Lemari Jadi Pemicu

Dua senyawa yang diduga menjadi pemicu adalah Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin). Keduanya berada di dalam almari besi dan diduga mengalami peningkatan suhu yang memicu ledakan.

Bacaan Lainnya

“Terjadi perubahan temperatur atau peningkatan suhu panas yang ekstrem di dalam ruangan atau lemari. Suhu panas tersebut memicu zat kimia mengalami reaksi hingga menimbulkan ledakan,” papar Bobby.

Masjid Kembali Normal, Garis Polisi Dicabut

Peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah olah tempat kejadian perkara dan pengamanan, kepolisian bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan sisa-sisa ledakan.

Garis polisi yang sempat dipasang telah dilepas sejak Selasa (17/3). Masyarakat sudah bisa kembali menggunakan masjid, termasuk untuk pelaksanaan salat Ashar.

Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jember.***

Pos terkait