Qatar menyampaikan pernyataan tegas yang berseberangan dengan upaya Amerika Serikat untuk mengisolasi Iran di tengah perang yang sedang berkecamuk. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa Iran adalah bagian dari kawasan yang tak bisa dihapuskan atas keinginan aktor politik mana pun.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan bahwa Iran telah ada di kawasan selama ribuan tahun dan tidak akan pergi ke mana pun.
“Iran ada di sini sejak ribuan tahun lalu, dan tidak akan ada yang pergi ke mana pun. Tidak ada satu bangsa atau negara pun yang akan lenyap dari keberadaan berdasarkan keinginan atau kemauan sembarangan aktor politik mana pun,” ujar Al-Ansari, seperti dikutip unggahan akun @WMX_MEDIA, Jumat (27/3).
🔴هــــــــام /قطر توجه صفعه للحلم الامريكي في توريطها مع ايران ، المتحدث باسم الخارجية القطرية ماجد الأنصاري صرح :
“إيران موجودة هنا منذ آلاف السنين، ولن يذهب أحد إلى أي مكان.
لن يختفي أي شعب أو بلد من الوجود بناءً على رغبة أو نزوة أي فاعل سياسي.
سنعيش جنباً إلى جنب؛ سنظل… pic.twitter.com/8g9BtgL8LX— الأحداث الإيرانية (@WMX_MEDIA) March 26, 2026
Seruan Hidup Berdampingan
Al-Ansari menekankan bahwa negara-negara di kawasan harus menemukan cara untuk hidup berdampingan.
“Kita akan hidup berdampingan; kita akan tetap menjadi tetangga demi masa depan umat manusia, dan kita harus menemukan cara untuk hidup bersama,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa situasi saat ini sangat sulit, namun menyatakan keyakinannya bahwa kawasan akan menemukan jalan keluar.
“Ini adalah momen yang sangat sulit, tetapi kita akan menemukan jalan keluar darinya,” ujar Al-Ansari.
Pernyataan di Tengah Tekanan AS
Pernyataan Qatar ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat yang berusaha membangun koalisi regional untuk menekan Iran. Sebagai negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan—Pangkalan Udara Al Udeid—posisi Qatar yang menolak memusuhi Iran menjadi sinyal penting.
Qatar selama ini menjaga hubungan relatif baik dengan Iran, berbeda dengan negara-negara Teluk lainnya yang lebih memusuhi Tehran. Doha juga berperan sebagai mediator dalam berbagai konflik regional, termasuk dalam komunikasi antara AS dan Iran selama perang berlangsung.
Konteks Eskalasi
Pernyataan ini disampaikan saat perang antara Iran melawan AS dan Israel memasuki pekan kelima. Iran sebelumnya menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri perang, menyebutnya “maksimalis dan tidak masuk akal.”
Qatar sendiri belum secara terbuka memihak dalam konflik ini, namun pernyataan Al-Ansari menunjukkan posisi yang menolak upaya menghapus Iran dari peta kawasan—sejalan dengan kebijakan Doha yang kerap mengambil jalur diplomasi independen di tengah tekanan besar dari sekutu-sekutunya.***





