KMP Virgo Transport 8 telah tenggelam ke dasar Laut Jawa. Pemilik kapal memulai operasi penegakan bangkai agar penyelam dapat mencari 129 orang yang masih hilang.
Operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 memasuki tahap baru pada Jumat, 18 September 2026. Tim gabungan mulai berupaya memindahkan dan menegakkan bangkai kapal setelah 129 orang belum ditemukan selama lima hari pencarian.
Kapal yang terbalik dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin itu kini telah tenggelam sepenuhnya ke dasar Laut Jawa. Sebelumnya, sebagian badan kapal masih terlihat di permukaan meski berada dalam posisi terbalik.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banjarmasin Kolonel Laut Galih Nurna Putra mengatakan tim telah melakukan observasi terhadap posisi kapal pada Kamis. Operasi selanjutnya diarahkan untuk menarik bangkai ke perairan yang lebih dangkal sebelum menegakkannya.
“Operasi salvage sudah berjalan. Kemarin dilakukan observasi dan hari ini tim kemungkinan bergerak menuju lokasi kapal,” kata Galih, Jumat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan operasi penegakan bangkai dipimpin perusahaan pemilik kapal, PT Virgo Karya Shipping. Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan Kepolisian Perairan mendukung pelaksanaannya.
Kewajiban pemilik kapal dalam operasi tersebut berkaitan dengan penyingkiran dan penanganan bangkai kapal sesuai ketentuan pelayaran. Adapun pencarian dan pertolongan korban tetap berada di bawah koordinasi tim SAR gabungan.
“Setelah kapal berhasil ditegakkan, operasi pencarian dan evakuasi akan dilakukan,” ujar Putu.
Penyelam Belum Bisa Memasuki Kapal
Sekitar 60 penyelam dari TNI Angkatan Laut dan Basarnas telah dikerahkan. Namun, mereka belum dapat memasuki bagian dalam kapal akibat arus, tekanan air, dan posisi bangkai.
Arus di lokasi kecelakaan sebelumnya mencapai hampir tujuh knot. Kecepatan tersebut jauh melampaui batas aman penyelaman sekitar 1,5 knot. Arus kemudian melemah menjadi 1,8 hingga dua knot pada Kamis sehingga penyelam dapat mendekati lambung kapal.
“Selama kapal masih berada di dasar laut, tim penyelam hanya berani berada di bagian luar kapal,” kata Putu.
Gelombang setinggi sekitar 2,5 meter dan angin kencang juga menghambat operasi. Bangkai kapal berada di wilayah Laut Jawa yang memiliki kedalaman sekitar 40–50 meter.
Desain KMP Virgo Transport 8 turut menyulitkan akses. Kapal sepanjang 119 meter itu merupakan kapal roll-on/roll-off yang memiliki lambung relatif tertutup dan tinggi di kedua sisi.
Kepala Operasi Kantor SAR Banjarmasin Arianto Ardi mengatakan desain tersebut berbeda dengan kapal penumpang yang memiliki deretan jendela pada bagian atas. Kondisi itu membatasi jalur keluar saat kecelakaan sekaligus menyulitkan penyelam memasuki kapal.
Kapal diperkirakan memiliki dua atau tiga tingkat. Kendaraan ditempatkan di dek bawah, sedangkan penumpang berada di bagian atas.
Penyelam juga harus menghadapi jarak pandang yang hampir nol serta susunan ruangan yang belum mereka kenali. Kantong udara di dalam kompartemen tertutup dapat menimbulkan perubahan tekanan ketika pintu dibuka.
Tidak Ada Tambahan Korban Sejak Minggu
KMP Virgo Transport 8 membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak, serta 89 kendaraan. Kapal terbalik di perairan Masalembo pada Minggu dini hari, 13 September 2026.
Sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan dan enam orang ditemukan meninggal. Jumlah tersebut tidak berubah sejak hari pertama kecelakaan. Dengan demikian, 129 orang masih dinyatakan hilang hingga Jumat.
Operasi gabungan secara keseluruhan melibatkan sekitar 1.100 personel, 17 kapal, dan lima helikopter serta pesawat. Khusus pencarian permukaan pada Jumat, tim mengoperasikan delapan kapal dan dua helikopter.
Pencarian melalui udara dan permukaan laut tetap dilakukan bersamaan dengan operasi terhadap bangkai kapal. Dua perwakilan keluarga korban juga diizinkan mengikuti pencarian untuk melihat kondisi cuaca dan kendala teknis di lapangan.
Pada Kamis, penyelam TNI Angkatan Laut berhasil mendekati bangkai dan mengambil rekaman gambar. Tim menemukan sejumlah dompet, kartu identitas, serta ratusan paket ekspedisi yang rusak terkena air.
Barang-barang tersebut belum memberikan petunjuk baru mengenai keberadaan 129 orang yang masih dicari.
Kapal Berusia 39 Tahun
KMP Virgo Transport 8 memiliki bobot sekitar 4.277 ton dan dibangun di Jepang pada 1987. Dengan demikian, kapal tersebut telah berusia sekitar 39 tahun ketika mengalami kecelakaan.
Data pelacakan kapal mencatat kapal bernomor IMO 8625179 itu berlayar dengan bendera Indonesia. Kapal sebelumnya dioperasikan di Jepang dengan nama Ferry Kurushima sebelum berpindah kepemilikan dan berganti nama.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya mengatakan kapal tidak membawa muatan melebihi kapasitas. Namun, penyebab kapal terbalik belum dapat disimpulkan sebelum pemeriksaan teknis dan investigasi selesai.
Kapal dilaporkan mengalami kemiringan sebelum komunikasi dengan nakhoda terputus. Saat itu, kapal sedang menempuh pelayaran sekitar 20 jam dari Surabaya menuju Banjarmasin dalam kondisi cuaca buruk.
Tim SAR masih memperlakukan operasi tersebut sebagai misi penyelamatan. Kemungkinan korban bertahan di dalam kompartemen kedap air belum sepenuhnya dikesampingkan, meskipun akses menuju bagian dalam kapal semakin sulit.***




