Kunjungan Aktivis Muda NU ke Israel Bisa Jadi Meneruskan Jalan yang Telah Dibuka oleh ‘Golongan Tua’

Gus Yahya menemui Benjamin Netanyahu pada 2018 (kiri), dan lima aktivis muda NU menemui Presiden Isaac Herzog (kanan). FOTO: Istimewa

Akar kuat semacam itu mengalami abstraksi kuat, di mana akhirnya interaksi apa pun antara Indonesia dan Israel hanya punya satu tujuan: normalisasi.

Klarifikasi dan justifikasi terkait kunjungan aktivis NU ke Israel ini barangkali tidak akan membuahkan hasil apa pun, alih-alih mengubah kekuatan yang terkandung dalam proyek normalisasi Indonesia-Israel.

Publik bisa jadi malah makin percaya bahwa PBNU adalah kepanjangan tangan proyek normalisasi Indonesia-Israel.

Bacaan Lainnya

Alhasil, ‘kemesraan’ PBNU dan Israel di tengah kecamuk perang di Palestina lebih bernuansa politis dari pada kemanusiaan. Perdamaian dunia dan harmoni umat lintas-iman adalah bentuk-bentuk wacana kekuasaan.

‘Kemesraan’ PBNU dan Israel hanya akan memberikan kekuatan moril bagi Zionisme, ketika mereka tidak mendapatkan dukungan apa pun di forum PBB.*

Pos terkait